Urus Izin Dulu, Sebelum Buka Apotek

CLICKBORNEO.COM – Demi memperoleh kesembuhan berbagai upaya siap dilakukan oleh keluarga pasien. Termasuk untuk membeli obat paten sesuai petunjuk dokter. Tapi, ada kalanya pihak rumah sakit kehabisan persediaan obat yang diminta dalam resep. Maka, sebagai alternatif warga dapat membelinya di apotek.

Apotek

Sabri mengaku pernah kelabakan mencari obat yang sesuai dengan isi resep dokter. Pasalnya, waktu itu jumlah apotek di daerah asalnya Barabai sangat terbatas. Terpaksa ia pergi ke Kandangan mencari insulin untuk kesembuhan ibunya yang menderita diabetes melitus.

“Ternyata di sana juga tidak ada, sehingga saya harus berangkat ke Banjarmasin. Repotnya lagi, saat membawa insulin itu harus dimasukkan ke dalam termos berisi es,” cerita Sabri.

Dari pengalaman tersebut, ia merasa betapa penting keberadaan apotek. Ada jenis obat tertentu yang sudah ditemukan di pasaran. Jadi, semakin banyak apotek semakin memudahkan bagi masyarakat.

“Saya juga pernah berkeliling dari satu apotek ke apotek lain, mencarikan obat untuk mertua yang mengidap radang paru-paru. Hampir semua petugas apotek besar yang saya masuki bilang jenis obat itu sudah tidak beredar. Ternyata, justru dapat di apotek kecil,” kata warga Martapura ini.

Selain itu, ujarnya, dengan maraknya orang membuka apotek, masyarakat bisa membeli di tempat yang lebih murah. Kalau di suatu tempat hanya ada satu apotek, maka pengusaha farmasi itu bakal seenaknya memasang harga dengan mahal.

“Apalagi obat itu kebutuhan yang bersifat mendesak. Orang kalau sudah sakit, tidak mungkin menunda untuk membeli obat,” ucapnya.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kabupaten Banjar, H Pangeran Abidinsyah, mengatakan sekarang di kawasan Martapura sudah banyak orang yang membuka usaha apotek. Dengan begitu, masyartakat lebih mudah untuk mencari obat yang diperlukan.

“Dengan maraknya perkembangan apotek menandakan, bahwa kesadaran dan kepedulian warga terhadap kesehatan kian meningkat. Artinya, mereka tidak mau sembarangan mengonsumsi obat. Cenderung memilih membeli di apotek, karena di sana kualitas obatnya lebih terjamin,” kata Abidinsyah.

Ia mengimbau, kepada siapa saja yang hendak membuka apotek terlebih dahulu segera mengurus izin. Siapkan syarat-syarat dasar, terutama menyangkut jaminan kualitas obat itu sendiri.

Pihaknya tidak berani mengeluarkan izin, sebelum ada rekomendasi dari tim teknis. Salah satunya melibatkan petugas Dinas Kesehatan yang akan melihat lokasi dan kelengkapan peralatan apotek.

“Terutama harus punya apoteker pengelola dan daftar asisten yang bertanggung jawab terhadap masalah obat,” tegasnya.

Tidak bisa sembarangan, karena jika sampai salah memberikan obat bisa berakibat fatal, menyangkut keselamatan pasien. Tapi, sepanjang persyaratan dipenuhi, insya Allah tidak akan jadi kendala.

Pangeran Abidinsyah berkomitmen lama pengurusan izin apotek sesuai dengan waktu yang dijanjikan, yakni 14 hari kerja. Kalau lebih dari itu, petugas BP2T siap mengantarkan kepada si pemohon. (ali)

    • Syarat Izin Mendirikan Apotek
  • Mengisi formulir permohonan bermaterai Rp 6 ribu
  • Fotocopi KTP
  • Fotocopi surat izin kerja apoteker
  • Denah bangunan
  • Pernyataan status bangunan dalam bentuk akte hak milik, sewa, atau kontrak
  • Daftar asisten apoteker dengan mencantumkan nama, alamat, tanggal lulus dan nomor izin kerja
  • Asli dan fotocopi daftar teperinci alat perlengkapan apotek
  • Surat pernyataan dari apoteker pengelola bahwa tidak bekerja tetap pada perusahaan farmasi dan tidak menjadi apoteker di tempat lain
  • Asli dan fotocopi surat izin atasan (bagi PNS/anggota TNI)
  • Akte perjanjian kerjasama apoteker pengelola dengan pemilik sarana
  • Surat pernyataan pemilik sarana tidak terlibat pelanggaran perundang-undangan di bidang obat
  • Surat keterangan tempat usaha (SKTU)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*