Tuan Guru H Anang Djazouly

CLICKBORNEO.COM – Putera KH Seman Kadir sekaligus cucu keturunan ke-5 Syekh Arsyad Al-Banjari ini lahir di Martapura, 8 Desember 1936. Sejak muda Abah Anang, demikian akrab disapa, sudah tekun menimba ilmu agama. Selain belajar pada ulama di Batavia (Jakarta), beliau juga banyak berguru dengan para Habaib yang ada di Indonesia, seperti H. Abdul Kadir, H. Ismail Khatib, Habib Muhammad bin Ali Al-Habsyi, dan lain-lain.

h.anang-djazoulyKH Anang Djazouly dikenal sebagai ulama kharismatik yang disegani dan dihormati banyak kalangan. Ketokohan Abah Anang bukan saja karena mewarisi zuriat Datu Kelampayan, tapi juga lantaran pembawaan beliau yang hangat dan ramah kepada siapapun. Sesama ulama, elit pemerintah, pengusaha, maupun masyarakat akar rumput merasa dekat dengan beliau. Siapa saja yang datang bertamu ke rumah Abah Anang selalu diterima dengan senang hati dan raut wajah ceria. Beliau tidak pernah membeda-bedakan status sosial seseorang, apakah itu pejabat atau rakyat biasa.

Dengan kebersihan hati dan ketulusan seperti itu, tak heran bila rumah beliau seolah tak pernah sepi dari para tamu. Entah itu untuk minta petunjuk, nasihat, konsultasi, atau didoakan, beliau selalu terbuka. Ada semacam kepuasan spiritual jika didoakan oleh beliau.

Meski tidak aktif berceramah atau mengisi pengajian, tapi Abah Anang sering memberikan nasihat-nasihat keagamaan secara personal. Setiap kali diundang hajatan perkawinan, acara tasmiah, maupun kegiatan lainnya, sepanjang tak ada aral sedapat mungkin berusaha hadir. Karena itulah sosok beliau begitu dekat di hati masyarakat.

Ketika terjadi konflik antara elemen masyarakat, semua tokoh dikumpulkan demi mencari solusi terbaik. “Beliau sangat terbuka dan memberikan nasihat dengan dalil-dalil keagamaan. Menyampaikannya juga dengan santun dan tenang, sehingga tidak ada yang merasa tegang dan tersinggung, sehingga konflik pun jadi mencair,” kenang Gubernur Kalsel, H Rudy Ariffin.

Kelebihan lain Abah Anang, yakni punya daya ingat yang cukup kuat. Beliau sangat menguasai sejarah Kesultanan Banjar, zuriat para ulama di Nusantara, terlebih-lebih di banua sendiri.  Orang-orang yang merasa bingung dan samar dengan silsilah keluarga besar mereka biasanya dapat diurai oleh Abang Anang dengan terang. Atas dasar pertimbangan itulah Sultan Banjar H. Gusti Khairul Saleh mengangkat beliau sebagai Mufti Besar Kesultanan Banjar.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*