Tradisi Menangkal Bahaya Kebakaran

CLICKBORNEO.COM – Orang-orang bahari kalau mau mendirikan rumah selalu jumlah tiangnya ganjil, membentuk lam jalallah dengan itikad hati mudah-mudahan mampu menolak bala api. Kayu-kayu pun dipilih secermat mungkin, dihindari yang mata apian, yaitu yang ada lobang menyerupai cacak burung.

Kebakaran 7

Yang paling penting ialah melakukan ikhtiar agar terhindar dari bahaya kebakaran. Dalam masyarakat Banjar terdapat tradisi yang bernuansa Islami untuk menangkal bahaya api.

Pertama, doa Abi Darda ditulis di kertas lalu diletakkan di atas pintu atau ditempelkan di tawing halat (dinding pembatas), lebih bagus kalau diamalkan, yakni dibaca setelah shalat Maghrib.

“Maksudnya ditempel di dinding bukan dijadikan jimat, tapi sebagai pengingat kepada tuan rumah untuk membacanya,” Kasful Anwar.

Kedua, kalau ada yang melihat hantu api segera saja menyelenggarakan shalat hajat untuk tolak bala.

Menurut Kasful, pernah kejadian peronda malam mengaku menyaksikan hantu api berputar-putar di sekitar langgar Muhajirin Cempaka, Banjarmasin.

“Hari Kamis diberitahu malam Jumat saya langsung mengumumkan kepada warga untuk melaksanakan shalat hajat. Sebagian orang menyangsikan kebenaran laporan itu. Tapi, kata saya kalau pun itu bohong tidak ada salah menyelenggarakan shalat hajat, karena bala itu tidak hanya kebakaran tapi bisa pula kerusuhan,” bebernya.

Benar saja, selang dua hari kemudian, tepatnya Ahad malam terjadi kebakaran di Kacapiring 6 berseberangan dengan langgar dimaksud.

Ketiga, tradisi mengarak kitab Bukhari. Konon ketika Jenghis Khan menyerbu Baghdad seluruh kitab yang ada dibakar dan dibuang ke sungai Tigris sehingga airnya berubah jadi hitam. Kebakaran berlangsung berbulan-bulan lamanya. Ketika api padam ada sebuah rumah yang tidak hangus, saat dimasuki ditemukan satu set kitab kumpulan hadis sahih Bukhari terdiri empat jilid.

“Ulama lalu mengasosiasikan peristiwa itu sebagai berkat dari kesahihan kitab Bukhari tersebut,” ujarnya.

Sayang, tambahnya, orang-orang sekarang banyak yang mengabaikan karena menganggapnya bid’ah. Padahal tiga ikhtiar di atas intinya adalah doa yang isinya memohon diturunkannya rahmat dan keselamatan. (ali)

You May Also Like