Tari Kambaran Legenda Batu Buaya di Tanah Bumbu

INFO KALIMANTANTari Kambaran Legenda Batu Buaya di Tanah Bumbu. Salah satu cara mengekspresikan sebuah legenda atau cerita bisa dilakukan dengan tarian. Contohnya legenda Batu Buaya yang diangkat dalam kreasi Seni Tari Kambaran.

Tari Kambaran menceritakan dua orang yang dilahirkan kembar dengan perbedaan wujud. Si kakak berwujud buaya, sementara si adik berwujud manusia. Karena malu sang kakak dibuang ke laut oleh orang tua mereka.

Meski dibuang tak membuat si kakak lantas membenci. Ia justru tetap menyayangi kedua orangtua dan adiknya tersebut. Wujud kasih sayang si kakak adalah dengan hadir di waktu tertentu dalam wujud manusia. Kehadirannya itu untuk menjaga sekaligus memberikan nasihat kepada adiknya.

Namun begitulah, karena keangkuhan si adik, berbagai macam perlakukan kasar ia tujukan kepada kakaknya. Dalam kesedihan yang larut, dengan berat hati, akhirnya si kakak memutuskan untuk pergi selamanya dengan menyimpan segala rasa kasih sayangnya.

Lambat laun si adik pun akhirnya menyesal karena tidak bisa bertemu lagi dengan kakak kembarnya tersebut, dalam wujud manusia ataupun buaya.

Berdasarkan legendanya, kemunculan karang di saat air laut surut menyerupai seekor buaya yang sedang berjemur di tengah laut diyakini sebagaijelmaan si kakak. Karang menyerupai buaya tersebut bisa terlihat hingga sekarang saat air surut di pesisir laut Desa Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalsel. Masyarakat setempat mengenalnya dengan istilah Batu Buaya, dan sekarang menjadi salah satu tempat wisata yang terkenal di Tanah Bumbu.

Produksi kreasi Tari Kambaran ini berhasil mengantarkan Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, meraih Juara I tingkat Nasional, pada event APKASI, di Jakarta beberap waktu lalu. []

Sumber: merdeka.com

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*