Tanduk Menjangan, Hiasan Berbumbu Mistik

CLICKBORNEO.COM – Tanduk menjangan (rusa) yang bercabang mengandung nilai seni, karena itu banyak orang yang memajangnya di dinding sebagai hiasan. Lazim pula digunakan untuk menyangkutkan kopiah atau topi. Maka, tak heran kalau dalam masyarakat Banjar, khususnya di rumah-rumah bahari, banyak menyimpan tanduk menjangan.

Tanduk rusa1

Ternyata tanduk menjangan bukan semata untuk hiasan, oleh sebagian orang juga dipercaya mampu menolak bahaya kebakaran. Dan, kepercayaan ini berkembang dari mulut ke mulut.

Barangkali karena itu pula tanduk menjangan diburu-buru orang. Meski harganya cukup mahal. Sebagaimana diutarakan Amat, warga desa Ojek kecamatan Muara Uya, harga satu tanduk menjangan bisa sampai Rp 700 ribu.

“Terutama tanduk menjangan yang jumlah cabangnya ganjil sangat dicari-cari orang. Kalau yang tanduk bercabang genap, misalnya empat dan enam, harganya cuma Rp 50 ribu. Tapi yang bercabang lima atau tujuh harganya lebih dari setengah juta,” jelas Amat.

Ia mengaku sudah lama dipesani seseorang kalau dapat tanduk menjangan bercabang tujuh akan segera dibeli dengan harga mahal, tapi sampai kini ia belum menemukannya. Apalagi sekarang ini menjangan sudah semakin langka, dan untuk berburu tidak bisa setiap waktu, hanya pada musim-musim tertentu.

 “Dalam masyarakat kami tidak sedikit yang mempercayai bahwa  tanduk menjangan yang dipajang di dinding itu mampu menolak bahaya kebakaran. Entah dari mana sumbernya, yang pasti ini sudah lama tersiar dari mulut ke mulut,” ujarnya.

[sws_related_postleft showpost=”3″ title=”BACA JUGA:” bgcolor=”0a59c1″ fontcolor=”ffffff”] [/sws_related_postleft] Di rumah Amat sendiri terlihat tiga buah tanduk menjangan. Meski tanduk yang bercabang lima sudah ada yang berminat untuk membelinya, tapi ia tidak mau menjual. Dengan alasan sebagai syarat penangkal kebakaran tadi.

Beda dengan H Mansur, meskipun di rumahnya memiliki tanduk menjangan, tapi menurutnya itu sekadar hiasan. Disamping untuk memudahkannya menggantung peci atau kunci sepeda motor.

Ia terang-terangan menyanggah, tidak percaya kalau tanduk menjangan bisa menolak bala api. Secara logika saja, tambah Mansur, ia sulit untuk menerima.

“Bahkan kepercayaan semacam itu bisa merusak aqidah,” tegasnya. []

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*