Tanamkan Kesadaran Berpuasa Sejak Dini

CLICKBORNEO.COM – Memang tidak ada ukuran standar kapan seharusnya anak mulai dilatih untuk berpuasa. Semakin awal, justru semakin baik.

puasa

Menurut Dr Karyono Ibnu Ahmad, sekalipun anak-anak belum wajib berpuasa, namun mereka tetap harus dilatih dalam rangka pembelajaran untuk mengerjakan perintah Allah. Dan itu seyogianya dimulai sejak dini. Memang dalam hal ini tidak ada standar usia, tapi diusahakan seawal mungkin. Misal, anak usia 6 tahun dilatih  puasa sampai pagi, kalau agak besar hingga tengah hari.

“Maksudnya, biar anak-anak tahu bahwa bulan Ramadhan itu puasa. Pada zaman Rasulullah pun anak-anak dilatih puasa. Apabila sampai sore dia terlihat lemas tapi tidak membahayakan, maka berilah hiburan atau ajak bermain supaya mereka lupa dengan laparnya. Kalau mereka sudah kuat, teruskan puasanya hingga sehari penuh,” ujar Karyono.

Selain itu, ciptakan suasana bahwa Ramadan itu bulan istimewa, bisa lewat sahur, buka bersama, tarawih, dan membaca Alquran. Intinya, kondisikan agar anak-anak menyambut Ramadhan dengan gembira.

“Meskipun orangtua telah bisa memprediksi bahwa si anak hanya sanggup berpuasa beberapa jam atau setengah hari, tetap dia disertakan untuk makan sahur,” saran psikolog ini.

Soal menu sahur, kalau dari keluarga berkecukupan, silakan untuk menyajikan makanan yang bergizi plus susu atau yang disesuaikan dengan kesukaan anak. Tapi itu relatif, sebab dengan menu apa adanya pun sebenarnya tak masalah.

Yang terpenting adalah usahakan makan menjelang imsak, sehingga habis sahur si anak tidak langsung tidur. Sebaiknya ajak anak bersama-sama untuk beribadah sambil menunggu Subuh, terutama di mushala atau masjid dekat rumah yang menyelenggarakan siraman rohani.

“Kalau si anak langsung tidur bisa terasa gangguan pada pencernaan, mudah lemas akibat tidak terbiasa makan sebelum Subuh,” wanti-wanti Karyono Ibnu Ahmad.

Selanjutnya, orangtua harus mengontrol aktivitas anak. Sebab tidak jarang meskipun berpuasa, mereka tetap saja melakukan kegiatan yang menguras tenaga seperti lari-lari sehingga setelah itu merasa capek, haus, lapar, lalu mengeluh ingin segera berbuka puasa. Jadi, kalau melihat itu sebaiknya si anak dicegah.

Kalau sore anak tampak lemas, diberi kegiatan yang bisa membuat mereka lupa untuk makan.

Kalau anak-anak sukses menjalankan puasa berilah reward berupa hadiah. Bentuknya apa, dikonsultasikan dengan si anak bersangkutan. Minimal, berikan pujian agar anak lebih termotivasi dan bersemangat melaksanakan puasa.

Sebaliknya, kalau tidak puasa jatuhkan sanksi. Misalnya, rencana untuk memberi hadiah dicabut. (ali)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*