Home » Posts tagged with » Tradisi Masyarakat Banjar

Berpantang Membangun Rumah di Lokasi Bekas Kebakaran

CLICKBORNEO.COM – Bahaya kebakaran menjadi momok bagi semua orang. Bahkan dalam masyarakat Banjar berkembang ungkapan kalau kemasukan pencuri masih ada harta yang tertinggal, tapi jika kebakaran semua ludes sampai-sampai ke tahi cecak tak tersisa. Musibah ini juga pernah menimpa keluarga M Fuad. Sekitar tujuh tahun lalu, putri dan menantunya berniat menunaikan ibadah haji. Sebagaimana kebiasaan […]

Haji Bukan Tamasya Biasa

CLICKBORNEO.COM – Sebagian untuk menyongsong orang yang baru datang berhaji, terutama pihak keluarga langsung menyambut di bandara. Tetapi bagi tetangga atau jiran biasanya cukup menunggu sekitar 200 ‑ 300 meter dari rumah. “Yang berhaji mengenakan pakaian khas berupa jubah atau baju kurung, juga patah kangkung yang dililitkan di kepala. Istilahnya, untuk membedakan orang yang baru […]

Read More

Pulang Haji, 40 Hari Tak Keluar Rumah

CLICKBORBNEO.COM – Dalam masyarakat Banjar tempo dulu, ada satu kebiasaan mereka yang baru pulang dari menunaikan ibadah haji, yakni beberapa hari tidak keluar. Selama itu, yang bersangkutan tidak mencari nafkah, fokus  mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana pengalaman Hj Badiah, ia mengaku begitu kembali ke Tanah Air selama 40 hari tidak keluar rumah, konsentrasi untuk […]

Read More

Sasanggan, Bukti Kuatnya Karakatan Warga

CLICKBORNEO.COM – Tradisi memberi sasanggan kepada keluarga yang meninggal dunia sudah lama mengakar dalam masyarakat Hulu Sungai. Sampai kini pun kebiasaan itu tetap berlangsung. “Dulu ketika di Barabai, waktu saya kecil sering melihat orang membawa sasanggan. Bahkan tradisi tersebut sudah ada semenjak kedatangan Islam,” ujar H. Syamsiar Seman. Ukuran beras tidak ditentukan, tergantung pada kerelaan […]

Read More

Sasanggan Cermin Sikap Saling Peduli

CLICKBORNEO.COM –Tradisi memberi sasanggan masyarakat Banjar pada waktu melayat maupun menghadiri undangan perkawinan sarat dengan nilai sosial. Di balik sasanggan terkandung sikap saling peduli. Sayang tradisi ini mulai meluntur. Pagi itu, dari corong langgar diumumkan bahwa salah seorang penduduk Desa Mamar, Amuntai Selatan, telah meninggal dunia dan jenazahnya akan dikebumikan selepas shalat Dzuhur. Tak lama […]

Read More

Tradisi Mahambur Beras Kuning

CLICKBORNEO.COM – Sudah menjadi pemandangan lazim, bahwa hampir di setiap acara perkawinan masyarakat Banjar disertai dengan mahambur beras kuning. Terutama pada waktu baantar jujuran atau ketika mempelai laki‑laki tiba di depan rumah mempelai perempuan, biasanya disambut dengan taburan beras kuning dan diiringi pembacaan shalawat. Beras yang sudah diberi warna kuning dengan kunyit itu juga disertai […]

Read More

Buang Sial, Agar Mantan Napi Bertobat

CLICKBORNEO.COM – Menurut H Zainal Abidin, tradisi masyarakat Banjar bahari memang sarat dengan simbol-simbol. Termasuk tradisi buang sial begitu keluar dari penjara, kenapa disertai dengan memecahkan kendi itu sekadar harapan supaya pengalaman buruk itu cukup sekali terjadi. “Adapun acara mandi-mandi supaya mantan napi tadi bersih lahir dan batin. Zahirnya dibersihkan dengan air, sedangkan batinnya disiram […]

Read More

Tradisi Pecah Kendi Mantan Napi

CLICKBORNEO.COM – Tradisi ini biasanya dilakukan oleh seorang mantan napi yang baru keluar dari penjara. Sebelum  masuk  rumah, ia terlebih  dahulu melempar kuantan (kendi) ke dinding  sampai pecah. Setelah itu baru dibolehkan  masuk  rumah,  itupun tidak lewat pintu melainkan naik jendela. Lalu, dilanjutkan dengan prosesi bamandi‑mandi. Gafuri menuturkan, tahun 1987 ia pernah masuk  penjara. Waktu […]

Read More

Nasi Arwah Bikin Penyakit Kambuh?

CLICKBORNEO.COM – Ternyata, nasi arwah bukan cuma pantangan bagi mereka yang mengidap gangguan saraf saja. Mereka yang pernah sakit parah, juga banyak yang tidak mau makan nasi arwah.  “Dulu saya sempat muntah darah. Sampai‑sampai anak‑ istri saya menyangka saya bakal mati. Alhamdulillah, saya masih berumur panjang. Tapi, oleh handai‑taulan saya disar­ankan untuk tidak makan nasi […]

Read More

Berpantang Makan Nasi Arwah

CLICKBORNEO.COM – Tradisi ini sering kita temui pada sebagian besar masyarakat Banjar. Apabila sanak‑saudaranya meninggal dunia, maka pihak keluarga akan menyelenggarakan doa selamatan turun tanah, manujuh hari, manyalawi, hingga hari yang ke seratus. Dan, setahun sekali diadakan acara haulan. Para tetangga sekitar diundang untuk membacakan Fatihah, shala­wat, tahlil, serta doa haul yang dipimpin oleh seorang […]

Read More