Home » Posts tagged with » Kerajaan Banjar

Geta Kencana, Tempat Tidur Khas Banjar

CLICKBORNEO.COM – Pada masa kerajaan Banjar (1526-1860), tempat raja beristirahat dinamakan Geta Kencana. Geta adalah Peraduan dan Kencana adalah emas. Istilah ini timbul mungkin karena tempat raja beristirahat ini berdekorasi hiasan-hiasan yang gemerlapan terbuat dari Air Guci (Rembuci) dan manik-manik berwarna keemasan. “Setelah Kerajaan Banjar dihapuskan pada tanggal 11 Juni 1860, Geta Kencana masih dipakai […]

Silaturahim Kesultanan Banjar Nusantara

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM – Silaturahim kesultanan Banjar. Sebelum datangnya penjajah barat, teritorial nusantara sangat luas. Di dalamnya tidak saja mencakup wilayah Indonesia sekarang, tetapi juga Malaysia, Singapura, Thailand Selatan dan Filipina Selatan. Mereka saling berhubungan sesamanya, juga dengan dunia luar, baik dalam hubungan dagang (ekonomi), politik, sosial budaya bahkan agama. Itu sebabnya budaya […]

Read More

Kesultanan Banjar dan Kerukunan Warga Bangsa

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM- Sultan Banjar H Khairul Saleh beberapa waktu lalu mengeluarkan maklumat berisi imbauan kepada masyarakat, khususnya warga Banjar di mana saja berada, baik di banua maupun luar daerah. Ada tujuh  poin isi maklumat, yang intinya menekankan bahwa warga Banjar di mana pun merupakan bagian dari NKRI, karenanya wajib menjaga persatuan dan […]

Read More

Sultan Banjar Disambut dengan Pantun

Sambungan Tulisan “Kesultanan Banjar dan Istano Pagaruyung“ CLICKBORNEO.COM – Ada beberapa hal menarik dari penyambutan Raja Pagaruyung kepada rombongan Kesultanan Banjar. Pertama, nuansa adat dan budaya Minang masih sangat menonjol. Banyak ungkapan divisualisasikan melalui pantun. Untuk mengimbanginya, maka  Sultan H Khairul Saleh, budayawan DMA Adjim Arijadi dan DCH Taufik Arbain juga menyambutnya dengan pantun.  Hal […]

Read More

Kesultanan Banjar dan Istano Pagaruyung

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM – Di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas Kota Batusangkar Kabupaten Tanah Datar Sumbar, sekitar 50 km dari Bukittinggi dan 106 km dari Padang terdapat dua istana, yaitu Istano Basa dan Istano Si Linduang Bulan. Istano Basa dibangun oleh pemerintah tahun 1975 dan selesai 27 Desember 1983. Istana ini terbakar pada […]

Read More

Banjar dan Penetrasi Islam

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM – Banjarmasin selalu berulang tahun di setiap bulan September sejak kelahirannya 24 September 1526 silam. Kota ini semakin penting setelah menjadi pusat Kerajaan Banjar dengan Pangeran Samudra (Sultan Suriansyah) sebagai Raja Banjar pertama yang beragama Islam. Sultan ini berkuasa setelah berhasil mengalahkan Pamannya Pangeran Tumenggung yang memerintah Kerajaan Banjar Hindu […]

Read More

Andil Kekuasaan Bagi Keberhasilan Dakwah Syekh Arsyad

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM – Jelas, di luar bantuan Sultan Banjar menyekolahkan al-Banjari ke tanah suci sehingga ia menjadi ulama besar, minimal ada tujuh poin besar keberhasilan dakwah al-Banjari yang kesemuanya dikatakan tercapai karena dukungan penguasa Kerajaan Banjar. Di samping tentunya kebesaran keulamaan beliau sendiri yang sangat dikagumi dan dihormati masyarakat. Sekiranya tidak mendapat […]

Read More

Dakwah Monumental Syekh Arsyad Al Banjari

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM – Ada beberapa gerakan dakwah monumental yang dilakukan oleh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari selama hidupnya. Di antaranya; Pertama, beliau membangun pusat pendidikan dan dakwah di Dalam Pagar-Martapura, tempat di mana beliau giat membuka pengajian agama dan pendidikan nonformal sambil mengkaderkan anak cucu  dan murid-muridnya dan mengirimnya ke berbagai daerah pedalaman […]

Read More

Islamisasi di Tanah Banjar

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM – Suksesnya dakwah Islam di mana saja hampir pasti disebabkan adanya andil kekuasaan (power). Saat Rasulullah saw berdakwah di Mekkah, dakwah berjalan lambat, bahkan berada dalam tekanan dan ancaman. Hal itu karena kekuasaan belum dimiliki, dan pemeluk Islam umumnya kelas menengah bawah dan hanya beberapa gelintir kalangan elit. Giliran Rasulullah […]

Read More

Undang-Undang Sultan Adam Tentang Islah

Oleh: Prof.Dr. HM. Zurkani Jahja Era reformasi memungkinkan munculnya kembali suatu bentuk budaya masyarakat Banjar yang tak perlu dilestarikan, yaitu “bacakut papadaan”. Bentuk budaya ini pernah dieliminir pada masa lalu, tetapi masa keterbukaan sekarang ini dengan mudah muncul kembali. Bentuk budaya ini tampak dengan jelas karena menjadi sumber berita yang menarik bagi media massa, baik […]

Read More