Serikat Pekerja Perjuangkan Hak dan Kesejahteraan

CLICKBORNEO.COMDalam hubungan kerja, boleh jadi ada hak-hak buruh yang terabaikan oleh pihak perusahaan. Untuk memperjuangkan kepentingan itu, tentu perlu semacam lembaga yang punya kekuatan hukum. Di sinilah pentingnya keberadaan serikat pekerja.

Serikat Pekerja

Wardani, mantan karyawan sebuah perusahaan plywood, mengaku dulu di tempat kerjanya sempat tercetus keinginan untuk mendirikan serikat pekerja. Tapi batal karena ada isu pengurusnya bakal dipecat.

“Padahal, banyak hak buruh yang perlu diperjuangkan. Contoh, jam kerja yang padat ditambah dengan keharusan lembur. Akibatnya, pekerja jarang sempat untuk bergaul dan bermasyarakat di luar perusahaan,” keluhnya.

Tak heran, kata Wardani, banyak yang kawin dengan sesama buruh. Sebab, kesempatan untuk keluar sangat minim.

Dari segi kesehatan, karena sering dituntut lembur banyak yang fisiknya loyo. Bahkan, sering terjadi kecelakaan akibat ngantuk.

“Para buruh paling hanya bisa mengeluh, tidak ada yang berani protes langsung. Pasalnya, tidak ada yang memfasilitasi aspirasi pekerja,” ucapnya.

Di sinilah pentingnya keberadaan serikat pekerja. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi buruh dan keluarganya.

Untuk itu, keberadaannya harus legal. Dalam arti pembentukan serikat pekerja tersebut tercatat Disnaker setempat.

Ada banyak manfaat dan fungsi serikat pekerja. Antara lain, sebagai sarana menciptakan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan. Juga sebagai sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya. Termasuk, wakil pekerja dalam memperjuangkan kepemilikan saham di perusahaan.

Minimal anggotanya sepuluh orang. Kalau syarat itu terpenuhi, silakan membuat serikat pekerja.

Setelah kepengurusan dan anggaran dasar rumah tangga (ADRT) terbentuk, silakan mengajukan permohonan untuk dicatatkan di Disnaker.

Asalkan persyaratan lengkap, setelah disposisi kepala dinas, langsung diproses. Tidak sampai satu hari bisa selesai.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja, kata Hadi, tugas Disnaker hanya menjembatani. Apabila ada keinginan para buruh, pihak Disnaker sekadar memberikan penyuluhan seputar tata cara, prosedur, dan fungsi serikat pekerja.

Serikat pekerja dibentuk atas kehendak bebas pekerja, tanpa campur tangan atau tekanan pihak manapun. Termasuk dalam merekrut anggota, tidak boleh memaksa. Semata atas kesadaran dan solidaritas.

Jika betul-betul berjalan banyak manfaat dari serikat pekerja. Terutama untuk menampung keluh-kesah karyawan. Supaya mereka tetap bisa bekerja dengan lancar, sementara haknya ada yang memperjuangkan. (ali)

Cara Membentuk Serikat Pekerja

  • Pelajari dulu peraturan tentang serikat pekerja, apa tujuan dan keuntungannya.
  • Jangan takut mendirikan atau menjadi pengurus SP karena dilindungi oleh UU.
  • Carilah sekurang-kurangnya sepuluh orang anggota.
  • Daftarkan ke disnaker setempat untuk mendapatkan bukti nomor pencatatan.
  • Informasikan kehadiran SP ke menajemen perusahaan terkait.
  • Komunikasi keberadaan SP kepada karyawan.
  • Buatlah formulir dan kartu anggota.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*