Segera Mulai Menulis

CLICKBORNEO.COM – Ide sebuah tulisan bisa datang kapan dan  di mana pun. Kadang ia hadir tanpa terduga-duga. Mungkin usai membaca sebuah buku,  atau menyimak berita di koran, menonton TV, mendengar radio, tiba-tiba muncul  ide untuk menulis.

Bisa pula setelah asyik berdiskusi atau ngobrol di warung lesehan, Anda merasa tak puas dengan hasil perdebatan  itu lantaran tak tuntas, lalu timbul  gagasan buat menulis. Kalau demikian, kenapa tidak segera menuliskannya?

Segera Menulis

Tak jarang ketika dalam perjalanan di kepala Anda mendadak  berkelebat  sebuah ide. Atau  di kala ingin tidur, tanpa diundang ide itu mengusik benak Anda. Bahkan pengarang senior Hamsad Rangkuti, mengaku sering saat ngedon di WC memperoleh ide tulisan. Akankah ilham yang tidak disangka-sangka itu dibiarkan berlalu begitu saja?

Kalau kondisinya memang tidak memungkinkan Anda untuk menuangkan gagasan itu ke dalam bentuk tulisan secara detail, minimal Anda “mengamankannya” dengan cara membuat coretan-coretan kasar atau draf di atas kertas. Karena itu, penting bagi penulis untuk selalu membawa notes dan pulpen ke mana pun bepergian. Nanti apabila sudah sampai di tempat tujuan, garaplah segera ide tersebut menjadi tulisan.

Biasanya ide itu di awal kemunculannya meletup-letup, seolah menuntut minta segera disalurkan. Kalau Anda terus menunda-tunda, maka sesuatu yang tadinya terasa menggelegak, berangsur akan meredup. Bahkan lama-kelamaan bisa membuat Anda tidak bersemangat lagi, hingga urung menuliskannya.

Entah berapa banyak ide brilian di dunia ini yang sirna dengan sia-sia  karena tidak segera dilaksanakan. Lebih baik punya ide kecil yang direalisasikan daripada merancang ide besar tapi tak pernah kunjung  diwujudkan. Karena itu, jika Anda serius ingin jadi penulis produktif, maka buanglah kebiasaan suka menunda-nunda.

Persiapan sebelum menulis memang penting, tetapi jangan sampai terjebak pada  perencanaan dan pertimbangan yang berlarut-larut. Tak usah menunggu keadaan sempurna, karena itu tidak mungkin. Misalnya, Anda menunda untuk menulis karena anak-anak sering hilir-mudik di dekat meja kerja Anda, nanti saja setelah mereka tidur. Giliran mereka sudah  tidur, justru Anda sendiri dihinggapi kantuk. Lalu muncul  alasan baru, ah besok pagi saja  biar tubuh dan pikiran lebih fresh. Pagi berikutnya,  ternyata kesibukan dan gangguan lain menghadang lagi. Begitu terus, sehingga terjadi penundaan berulang-ulang kali.

Jika demikian, kapan lagi Anda seharusnya menulis? Waktu yang paling tepat untuk menulis adalah sekarang, saat ini juga. Penundaan hanya akan membuat hasrat Anda mengendor. Kalau pun akhirnya tulisan itu tetap berhasil dirampungkan, ternyata sudah tidak aktual, terlanjur dianggap kadaluwarsa.

Pada edisi terdahulu saya telah membahas tentang pentingnya merebut momentum. Untuk itu tentu saja perlu kesigapan.  Setiap kali Anda memperoleh ide, segeralah tulis! Kalau tidak, mungkin kelak Anda bakal menyesal.

Ketika kasus investasi Lihan sedang hangat-hangatnya, ada tiga orang rekan wartawan yang mengutarakan niatnya pada saya untuk menggarap buku tentang pria asal Cindai Alus Martapura itu. Dia memprediksi, jika buku itu terbit pasti bakal laris manis. Pasalnya, ada ribuan orang yang terkait dengan bisnis Lihan, mereka pasti ingin tahu lebih detil mengenai sepak terjang pengusaha intan tersebut. Sebagai jurnalis yang sering meliput perkembangan kasus Lihan, ia sudah punya banyak bahan yang dibutuhkan, tinggal menyusun saja lagi.

Namun, karena ia tidak segera mulai menggarap buku yang dimaksud, akhirnya tak kunjung terealisasi. Kini, setelah perhatian masyarakat terhadap Lihan kian meredup, ia pun mengurungkan niatnya semula  karena merasa sudah terlambat, sembari meruntuki  dirinya yang kurang cepat menangkap peluang. Karena itu, apabila Anda dapat ide jangan ditunda-tunda lagi, segera tuangkan ke dalam tulisan.

Kayak apa pendapat dangsanak, akur juakah? []

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*