Segera Balik Nama Sertifikat Tanah Waris

CLICKBORNEO.COM – Ketika orangtua meninggal dunia, sering ahli warisnya tidak segera mengurus balik nama sertifikat tanah. Akibatnya, mereka tidak bisa membagi warisan tersebut, dan sulit untuk menjual ke pihak lain. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan terjadi sengketa di kemudian hari.  

Tanah Waris

Martono, warga Landasan Ulin, mengaku pernah membeli tanah yang masih menggunakan sertifikat atas nama orangtua dari ahli waris. Waktu ia mau mendirikan bangunan, saudara yang menjual tanah itu protes. Katanya, itu masih milik bersama. Terpaksa transaksi tersebut dibatalkan.

Padahal, kata Martono, ia sudah terlanjur melunasi harga tanah itu. Walaupun uangnya dikembalikan, tapi tidak penuh.

“Pokoknya saya kapok. Sekarang kalau mau  membeli tanah warisan, sertifikat itu harus sudah menggunakan nama si ahli waris,” katanya.

Apabila orangtua meninggal dunia, maka ahli waris punya kewajiban untuk memproses balik nama sertifikat tanah dalam waktu selambat-lambatnya 6 bulan. Balik nama tersebut karena peristiwa hukum. Otomatis sampai ke bayi pun punya hak waris.

Perlu ditekankan di sini masalah persyaratan untuk balik nama waris itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Paling simpel, ahli waris cukup membuat pernyataan waris di atas materai Rp 6 ribu. Surat itu kemudian diketahui dan ditandatangani oleh 2 orang saksi, ketua RT, lurah, dan camat.

Untuk praktisnya, cukup di satu kertas. Pernyataan waris itu nanti bisa digunakan buat pengurusan semua harta benda peninggalan almarhum.

Kalau mau balik nama sertifikat tanah ke BPN cukup membawa fotocopi yang dilegalisir pejabat berwenang, atau distempel kantor pos disertai materai supaya berkekuatan hukum. Selanjutnya, dilengkapi dengan KTP masing-masing ahli waris. Apabila ada ahli waris yang di bawah umur, maka dilampiri akte kelahiran.

Pemohon juga diminta membawa SPPT Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang masih berlaku dan fotocopi surat kematian yang dikeluarkan RT atau lurah.

Untuk wilayah Banjarbaru Biaya Peralihan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang tidak kena pajak Rp 40 juta. Jadi, misalnya nilai tanah itu Rp 60 juta, berarti dikurangi Rp 40 juta = Rp 20 Juta x 5 persen : 2 = Rp 500 ribu.

Sejumlah itulah uang yang harus dibayar ke bank yang ditunjuk. Apabila semua persyaratan tersebut sudah lengkap, baru didaftarkan ke BPN untuk peralihan hak atas nama ahli waris.

Andai ahli warisnya empat orang.  Bagi ahli waris yang masih di bawah umur, bisa ayah/ibunya yang masih hidup atau saudaranya yang menandatangankan, tapi nama yang tercantum tetap si bersangkutan.

Pada saat hendak menjual kepada pihak lain, ada ketentuan lagi. Itu sudah masuk kategori perbuatan hukum, bukan lagi peristiwa hukum.

Mereka yang di bawah umur belum mampu melakukan perbuatan hukum. Kalau dia mau menjual tanah warisan itu, maka minta lagi penetapan hukum untuk menunjuk siapa walinya. (ali)

Syarat Peralihan Hak Sertifikat Tanah Waris

  • Membuat pernyataan waris bermaterai Rp 6 ribu
  • Diketahui dan ditandatangani oleh 2 orang saksi, ketua RT, lurah, dan camat
  • Membawa fotocopinya yang dilegalisir ke BPN
  • Melampirkan KTP masing-masing ahli waris
  • Ahli waris di bawah umur dilengkapi dengan akte kelahiran
  • SPPT Pajak Bumi Bangunan (PBB) yang masih berlaku
  • Fotocopi surat kematian dari ketua RT atau lurah
  • Membayar biaya peralihan hak ke bank yang ditunjuk

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*