Save Bekantan

Bekantan Kalimantan Selatan

Bekantan Kalimantan Selatan

KALIMANTAN Save Bekantan. “Bekantan Perjuangan Melawan Kepunahan” adalah buku yang ditulis Prof Hadi Sukadi Alikodra, Dr Efransjah dan M Bismark. Menurut Prof Hadi Sukadi Alikodra, buku ini didedikasikan untuk kelestarian Bekantan di Kalimantan Selatan serta sebagai informasi tentang kehidupan satwa langka ini di lingkungannya.

“Kondisi Bekantan saat ini sangat memprihatinkan, habitatnya terus menyempit serta banyaknya perburuan liar yang mengancam populasinya,” katanya.

Amelia Rezeki,  Ketua Biodiversitas Indonesia menyebutkan bahwa Bekantan adalah maskot Kalimantan Selatan. “Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan perlu diselamatkan,” pungkasnya.

Seperti kita ketahui, Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis.

Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam.

Monyet betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai monyet Belanda. Dalam bahasa Brunei (kxd) disebut bangkatan. []

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*