Salat Jum’at Azan Sembilan Orang

CLICKBORNEO.COM – Satu-satunya tradisi unik di dunia Islam, azan shalat Jum’at dilakukan sekaligus oleh sembilan orang muadzin, dan itu hanya ada di masjid Kasepuhan Cirebon.

Azan 9

Dari zaman Rasulullah sampai sekarang azan itu lazim dikumandangkan satu orang muadzin. Maka, tatkala dilakukan lebih dari seorang, tentu saja mengundang rasa penasaran: ingin menyaksikannya.

Hal ini dialami Syaifullah, usai ziarah Walisongo tahun 1990 bersama rombongan ia menginap di kediaman pengusaha sukses asal Banjar. Ketika ia hendak pulang ditahan oleh si tuan rumah. Katanya, karena kebetulan waktu itu hari Jum’at sebaiknya  ditunda dulu. Ia diberitahu di masjid Kasepuhan Cirebon setiap shalat Jum’at azan dikumandangkan oleh sembilan orang secara serempak.

“Di Mekkah sekalipun itu tidak ada. Mendengar hal demikian, karuan saja saya tertarik. Pukul 11.00 saya sudah masuk masjid. Benar, dari sebelah kiri berjejer sembilan tiang mikropon. Begitu beduk dipukul sembilan orang muadzin bareng mendengungkan azan. Mereka mengenakan jubah dan sorban putih,” jelas Syaifullah.

Setelah itu jamaah melaksanakan salat sunat. Kemudian pada saat azan kedua,  hanya satu orang dari mereka yang maju dekat mimbar.

Karena penasaran dan ingin tahu banyak tentang latar-belakang tradisi azan sembilan orang itu, ia bertanya kepada seorang pengurus masjid. Dijelaskan bahwa itu melambangkan keberadaan walisongo.

Masjid Jami Kasepuhan Cirebon paling ramai apabila Jum’at Kliwon, sebab menurut kepercayaan masyarakat setempat pada waktu itulah arwah para aulia sembilan ngumpul  di masjid. Semalam suntuk warga beribadah di sana. Suasana kota Cirebon seperti lebaran. Jum’at paginya dari pukul 08.00 masjid sudah penuh, sebab malamnya orang-orang melakukan amaliah.

“Islam menonjol sekali. Saya pun ikut terhanyut. Syukur bisa salat di sana, terlebih-lebih bisa menyaksikan azan yang diserukan sembilan muadzin,” ucapnya.

Memang masjid Kasepuhan Cirebon sangat disakralkan. Bahkan dulu di zaman Belanda setiap kali pelantikan sultan-sultan harus di masjid tersebut. Jika tidak, maka pelantikan itu dianggap tidak sah.

Begitu pula makam Maulana Syarif Hidayatullah atau sunan Gunung Jati dikunjungi 1 x 24 jam, tapi para penziarah hanya diizinkan  sampai pelataran pintu pertama, selamat tangkep. Pintu makam ada sembilan dan masing-masing dijaga oleh sembilan pengawal.

“Termasuk azan juga sembilan orang. Katanya itu simbol daripada sembilan wali, mengingat jasa mereka sebagai mubaligh-mubaligh ulung yang berdakwah tanpa mengenal lelah sampai akhir hayat,” terangnya. (ali)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*