PSBN Bikin Tunanetra Mandiri

CLICKBORNEO.COMDengan kebutaannya, tentu aktivitas tunanetra tak seleluasa manusia normal. Agar mereka bisa melakukan kegiatan sehari-hari, di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) dikembangkan orientasi mobilitas.

Tunanetra 2

Banyak aktivitas di lingkungan PSBN yang orientasinya belum mereka ketahui. Lalu, kita berikan materi pengenalan. Misalnya, mengenai jalan rata, yang ada tanjakan, dan bagaimana cara melewati itu.

Termasuk mengetahui kalau di depan ada lubang atau halangan lain. Berbekal teori yang diajarkan, tunanetra bisa mengenali semua itu.

Dengan metode penggunaan tongkat putih, tunanetra bisa mengantisipasi insiden kecelakaan saat beraktivitas sehari-hari. Contoh, ketika di jalan raya ada panduannya supaya supir mobil memberikan kesempatan dia untuk menyeberang.

Waktu baru masuk PSBN banyak anak tunanetra yang belum bisa membersihkan diri, dari mandi sampai gosok gigi. Setelah dikenalkan dan dipraktikkan, mereka dapat melakukan dengan benar.

Juga memelihara pakaian, dari mencuci, melipat, dan memasukkan ke lemari, sampai menggunakan lagi. Begitu pula aktivitas MCK, peralatan rumah tangga, semua dikenalkan.

Termasuk, kebiasaan memasak dikenalkan pada cowok dan cewek. Hal itu dimaksudkan, kalau di masyarakat tidak ada yang membantu si tunanetra, dia tetap bisa mandiri.

Dari meracik sayur dan bumbu, sampai cara memasak agar tidak gosong, semua diajarkan. Tiap minggu ada praktik memasak nasi, sayur, dan kue.

Ada Latihan Band

Di PSBN Fajar Harapan anak-anak tunanetra juga ada latihan band, maulid habsyi, dan musik panting. Jadi, yang punya hobi bermusik bisa menyalurkan bakat mereka.

Supaya tidak gagap teknologi, mereka diajari pula keterampilan komputer. Bedanya, kalau komputer biasa perintah melalui tulisan, sedangkan komputer khusus tunanetra melalui suara.

Bahkan, mereka bisa menikmati fasilitas internet yang dihubungkan melalui suara.

Untuk pembinaan fisik, ada olahraga kebugaran dan prestasi. Seperti sepakbola, tenis meja, lari, renang, lempar cakram, tolak peluru dan angkat berat. Di antara mereka sudah ada yang berprestasi di tingkat provinsi dan nasional.

Untuk melengkapi berbagai keterampilan tadi, ada lagi bimbingan sosial, psikologi, mental keagamaan, bimbingan pergaulan dan kesehatan.

Pendidikan formal SDLB dan SMPLB diselenggarakan di dalam oleh yayasan PSBN dengan didukung oleh Diknas Kabupaten Banjar. Sedangkan SMA integrasi Diknas menunjuk SMAN 4 Banjarbaru untuk menerima siswa cacat, termasuk penyandang tunanetra.

Sekarang dikembangkan sampai perguruan tinggi karena Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin beberapa tahun ini juga menerima tunanetra pada jurusan luar biasa. (ali)

Syarat Masuk PSBN Fajar Harapan

  • Penyandang cacat netra potensi (mampu dididik dan dilatih)
  • Usia 7-35 tahun
  • Berbadan sehat
  • Tidak mempunyai cacat ganda
  • Mengisi formulir yang telah disediakan
  • Surat keterangan dokter yang menyatakan kesehatan dan ketunanetraan klien serta ketajaman penglihatan (visus)
  • Akte kelahiran
  • Ijasah, sertifikat, piagam yang dimiliki
  • Surat pengantar dari kantor Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten/Kota setempat.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*