Para Caleg Banjarbaru Masih Punya Waktu “Pasang” Muka

CLICKBORNEO.COM-  Sejumlah caleg dari seluruh Parpol di Kota Banjarbaru sepertinya masih punya kesempatan untuk memajang wajahnya dengan ukuran yang luar biasa disertai baliho-baliho dan spanduk lebih dari 1 buah. Pasalanya, ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2013 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye yang sudah disahkan Kementerian Hukum dan HAM sedang menuju SK Bersama pada 27 September 2013, mendatang.

Menanggapi perihal itu, Ketua KPU Kota Banjarbaru Husein Abdurrahman SSos Msi didampingi Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Sumber Daya Manusia KPU Kota Banjarbaru Muhammad Wahyu NZ memaparkan, dewasa ini KPU Banjarbaru tengah berproses termasuk berkoordinasi dengan Pemko Banjarbaru terkait penentuan pembagian zona-zona peletakan atribut kampanye.

“KPU Banjarbaru sendiri sudah melakukan rapat koordinasi dengan Pemko Banjarbaru guna penentuan zona penentuan pemasangan alat peraga baik itu atribut parpol dan dan media kampanye sejenis lainnya. Yang jelas kita masih menunggu keputusan untuk dijadikan sebagai Surat Keputsan Bersama,” ucapnya kepada clickborneo.com, Rabu, (18/9), kemarin.

Jika tak ada aral melintang, SK bersama tersebut kemungkinan ditetapkan secara resmi pada 27 September mendatang. Terkait soal detail ketetapan tersebut, ia tak banyak memaparkan. Direncanakan, pihak KPU Banjarbaru akan mengundang partai politik guna mendapatkan sosialisasi kembali terkait apa saja yang diatur dalam PKPU No 15 Tahun 2013.

“Mungkin lebih kepada persoalan teknis seperti bagaimana caranya memfasilitasi penyelengraan kampanye, aturan penempatan di beberapa zona yang dibagi, dan lain sebagainya. Memang sebenarnya poin utama yang diproritaskan dengan partai politik dan pemerintah daeerah adalah soal zonasi. Sebab hal itu akan akan menjadi lokasi pemasangan alat peraga partai politik dan caleg,” jelasnya.

Menyoal pembatasan yang ditentang banyak partai, Husein menegaskan PKPU tersebut fokus kepada bagaimana pemasangan alat peraga bisa tertata, memudahkan pemilih untuk melihat, mempelajari, dan mengenali calegnya.

“Kita sudah tetapkan yang telah menjadi kebijakan yakni 1 kelurahan 1 billboard atau baliho. Dan 1 Zona 1 unit spanduk. Dalam pembagian di Kota Banjarbaru tersebut kemungkinan 2 kelurahan masuk dalam 1 zona, sebagian besar rencana.Termasuk pula aturan atau larangan memasang foto wajahnya yang sedang mencaleg. Kalau foto kepengurusan mungkin tidak menjadi soal. Namun kita tetap menunggu koordinasi lanjutan dengan pemko hal-hal yang perlu diperjelas menuju SK bersama itu tadi,” terangnya.

Di sisi lain, ia berpendapat, ketetapan atau boleh dibilang batasan tersebut menjadi upaya agar calon wakil rakyat bisa aktif melakukan pendekatan dan aksi nyata yang langsung menyentuh ke lingkungan masyarakat. “Spirit interaksi langsung terjun ke masyarakat tentu menjadi hak yang sama-sama bisa dilakukan para caleg. Semua mendapatkan persamaan dan keadilan. Jadi tidak ada beda antara caleg modal besar dan caleg modal kecil. Semua dapat hak yang sama,” tegasnya.

Ia berharap gelaran Pileg 2014 mendatang bisa berjalan lancar dan semua sesuai dengan aturan dalam hal ini ditaati. “Semoga juga mengurangi benturan antar peserta. Jangan sampai mengganggu kepentingan publik,” pungkasnya.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*