Minder: Hipnotis yang Berbahaya

anakminderWWW.CLICKBORNEO.COM – Tina memiliki suara yang merdu dan senang sekali menyanyi. Namun, ketika memiliki kesempatan untuk mengikuti lomba menyanyi, Tina selalu mengurungkan niatnya. Tina selalu takut untuk sekadar mendaftarkan dirinya apalagi bersaing dengan orang lain. Walaupun mengetahui hobi Tina akan menyanyi, namun Ibu dan kakak-kakanya tidak pernah memberikan dukungan kepadanya untuk tampil berani dan percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Hingga akhirnya, Tina melewatkan begitu banyak kesempatan untuk mengasah bakatnya.

Tidak jarang apa yang dialami oleh Tina juga dialami oleh kebanyakan remaja pada umumnya. Merasa tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki dan minder untuk menunjukkan apa yang dimilikinya di depan orang lain. Merasa minder, merasa tidak memiliki kelebihan dan menyembunyikan kelebihan yang ada pada diri  sendiri adalah tanda-tanda seseorang  yang mengalami rendah diri. Sayangnya, kadangkala orang tersebut  atau orang terdekatnya terlambat bahkan tidak menyadari bahaya dari  rendah diri.  Padahal, seseorang yang merasa rendah diri dapat berakibat pada ketidakpercayaan terhadap diri sendiri, penyesalan, harga diri yang rendah bahkan sampai ketingkatan stres. Tidak jarang, seseorang yang merasa rendah diri sejak muda akan keterusan  sampai tua bahkan dapat mewariskannya kepada anak-anak mereka.

Rendah diri atau dikenal dengan sebutan minder terhadap orang lain dapat terjadi dengan siapa saja. Bahkan seseorang yang memiliki mobil BMW digarasi rumahnya atau memiliki IQ luar biasa juga dapat mengalami rasa minder terhadap orang lain. Higgins, seorang psikolog sosial menyatakan bahwa perasaan rendah diri adalah perasaan yang wajar terjadi apabila seseorang tidak dapat membuat dirinya menjadi sesuai dengan bagaimana gambaran diri yang diinginkannya. Namun, seseorang yang tidak memotivasi dirinya dari perasaan renah diri dapat menimbulkan konflik bagi diri orang tersebut.

Perasaan minder memang seringkali muncul dan tumbuh dengan sangat subur jika sikap dan kepercayaan terhadap kemampuan diri kita tidak diubah. Sebab jika seseorang percaya terhadap sesuatu, apakah itu benar atau salah, dia akan bersikap sesuai dengan apa yang dipercayainya. DR. Robert Anthony dalam bukunya The Ultimate Secrets of Total Self Confidents menyatakan bahwa  secara instinktif, seseorang akan mencari dan mengumpulkan fakta-fakta untuk mendukung apa yang dipercayainya, seberapa besar pun kesalahan yang dipercayainya.

Lebih jauh menngingatkan nih, seseorang yang telah menganggap ide yang dimilikinya benar memiliki dampak hipnotis bagi diri dan perilakunya sendiri. seseorang yang memiliki kekurangan karena  tunanetra namun memiliki suara yang bagus dengan dukungan dan kata-kata mujarab dari ibunya dapat tampil percaya diri pada sebuah ajang kompetensi bernyanyi. Alhasil, anak tersebut menjadi seorang finalis paling brilian mengalahkan ribuan peserta lainnya.  Sebaliknya, seperti apa yang pernah dilakukan oleh penghiptonis professional terhadap subjeknya. Penghipnotis ini mengakatan pada pria kekar berbobot 70kg bahwa dirinya tidak dapat mengangkat pensil yang beratnya hanya 100 gr. Alhasil, Pria tersebut  berperilaku seperti apa yang diucapkan oleh penghipnotis. Tidak dapat mengangkat pensil tersebut betapapun dia mencobanya. Itu lah yang membuat betapa bahayanya jika seseorang memupuk kepercayaan bahwa dirinya memiliki rasa minder terhadap orang lain apalagi sampai berpikiran bahwa dirinya tidak dapat melakukan apa-apa. Orang tersebut akan malu dan takut untuk berusaha sampai betul-betul melempem dan tidak dapat jadi apa-apa.

[sws_related_postleft showpost=”4″ title=”BACA JUGA” bgcolor=”0a59c1″ fontcolor=”ffffff”] [/sws_related_postleft] Jika melihat dalam kasus Tina, maka keyakinannya terhadap rasa minder untuk mengikuti lomba menyanyi juga dipupuk oleh orang disekitarnya. Memang, dalam banyak kasus apa yang membentuk diri seseorang tidak dapat terlepas dari pengaruh lingkungan. Hal tersebut merupakan hal yang wajar karena disamping merupakan makhluk sosial, manusia juga memiliki keyakinan tentang bagaimana orang lain memperlakukannya sebagai cara untuk menilai diri. Namun sebagai seseorang yang memiliki akal sehat dan dapat berpikir secara rasional, sebagai manusia kita diberikan anugrah untuk dapat menentukan jalan dan membentuk kepribadian menjadi lebih baik di luar dari pengaruh lingkungan.  Psikolog Eric Form mengatakan dalam bukunya The Art of Loving bahwa seseorang yang merdeka  adalah seseorang yang dapat bebas dari pengaruh orang lain dan lingkungan dalam pendirian dan pembentukan kepribadiannya. Oleh karena itu, tidak jarang seseorang yang memiliki kepercayaan kuat terhadap dirinya dan mampu menentukan apa yang diinginkannya dikenal dengan seseorang yang memiliki harga diri.  Harga diri yang positif memiliki dampak yang berkebalikan dengan seseorang yang memiliki rasa minder. Harga diri yang positif membuat orang merasa nyaman dengan dirinya, dapat mengatasi kecemasan dan kesepian bahkan jika dirinya merasa tidak mendapat dukungan oleh orang lain.

Jika merasa diri tidak nyaman dengan perasaan minder, kenapa tidak mencoba untuk banting stir saja?  Percaya bahwa diri dapat berhasil, dapat bergaul dan  bersaing dengan orang lain akan memberikan “tenaga”  terhadap diri sendiri. Coba lah untuk menghargai diri sendiri dengan mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki. Tidak perlu takut untuk mencoba dan mulai fokus pada kemampuan yang dimiliki. Mulailah bergaul dengan orang lain dan upayakan hal yang kita impikan dengan kerja keras dan do’a  agar sungguh-sungguh terjadi.  Tidak perlu takut terhadap pendapat dan kata-kata  orang lain, karena dengan  mengingat bahwa manusia itu “unik” dengan karunia dengan setiap kelebihannya akan dapat menjadi pemicu untuk menghadapi rasa  minder. []

Source image: www.suaramerdeka.com

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*