Sadarkan Orangtua Gunakan Perantara

CLICKBORNEO.COM – Kalau anak mendakwahi orangtua, istri menasihati suami, atau adik mamadahi kakak, sering dilematis. Walaupun niatnya baik, tak jarang malah dianggap sok berilmu.

Sadar ortu

“Saya sendiri banyak menerima curhat dari mahasiswa-mahasiswi, baik lewat telpon maupun yang datang secara langsung, karena prihatin melihat kelakuan orangtuanya jauh dari agama. Bahkan ada yang sampai menangis, karena setiap kali si anak mencoba menasihati, dia langsung dimarahi,” cerita Tamjidnoor.

Biasanya Tamjid mengatakan kepada mereka, bahwa kewajiban anak adalah berbakti sebaik-baiknya dengan orangtua. Mudah-mudahan dengan akhlak kita yang berbakti itu menyentuh perasaan orangtua.

“Untuk menyadarkan orangtua, terlebih dulu kita harus berlaku baik padanya. Tunjukkan dengan ibadah-ibadah kita. Tingkatkan suasana keberagamaan dalam keluarga kita. Siapa tahu melihat istri dan anak-anak kita rajin beribadah, terbetik rasa malu di hati orangtua,” saran dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari ini.

Kalau kebetulan ada mubaligh terkenal datang, seperti ustadz Yusuf Mansur atau Arifin Ilham, sesekali kita ajak orangtua ke masjid tersebut. Kita perlu berkorban sedikit, meluangkan waktu membawanya ke majelis zikir.

“Jadi, bukan kita yang menasihatinya secara langsung, tapi biarlah orangtua mendapat nasihat dari orang lain. Anak sekadar memfasilitasi, syukur kalau sidin mau mengikuti,” ujar Tamjid.

Berusahalah pelan-pelan mendekatkan dia dengan orang-orang alim. Jika orangtua senang melihat prilaku kita, siapa tahu ketika sidin down menghadapi masalah, kemudian minta diantar kepada guru kita. Inilah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kita adalah anaknya yang terbaik.

Dalam Alquran disebutkan: wahai orang-orang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan sertai majelis-majelis orang yang benar.

“Adalah kewajiban anak untuk mendekatkan orangtua dengan alim ulama,” tegasnya. (ali)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*