Mengenal Kamera DSLR

Bagian-Bagian-KameraEra digital membuat produsen kamera saling berlomba memproduksi jenis kamera digital yang kian komplek dalam body simple. Maka tak heran saat ini mulai marak jenis camera kecil dengan kemampuan bersaing dengan Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflection). Namun tahukah bahwa setiap brand kamera mempunyai sistem yang berbeda. Meski jenis kamera DSLR mulai tergerus oleh kemampuan smartphone yang dibungkus dalam body kecil, nyatanya DSLR tetap menjadi idaman.

Digital Single Lens Reflection atau DSLR merupakan sistem kamera dengan cermin tunggal yang mengarahkan cahaya langsung ke viewfinder yakni lubang kecil di belakang body kamera untuk mengintip objek foto. Dimana kemampuan lensa sangat menjadi prioritas terhadap hasil bingkai foto (Penjelasan tentang lensa akan kita bahas di artikel selanjutnya). Keutamaan DSLR adalah kemampuan untuk menggonta-ganti jenis lensa sesuai dengan kebutuhan fotographer. Berbeda dengan kamera kompak dan prosumer yang mempunyai focal lenght konstan.

Kamera DSLRSebelum DSLR ada isitlah TLR yakni Twin Lens Reflex. Teknologi yang sempat booming di tahun 70 an yang sekarang sudah hampir punah. Meskipun masih ada maestro yang kuat menahan untuk tidak mengganti sistem kameranya. Bisa dihitung dengan jari.

So, apa saja isi perut sebuah kamera DSLR. Sparepart yang berhubungan antara satu dengan yang lainnya terbagi atas 8 bagian. Adalah Lensa (1), Cermin Pantul (reflex mirror), Shutter (tombol rana), Sensor, Layar focusing, Lensa condenser, Pentaprisma, dan Viewfinder. Jika salah satu saja di antara 8 bagian tersebut dihilangkan atau terdapat kerusakan fatal, maka resikonya fotografer tidak akan dapat memotret dengan nyaman.

Lantas ada pertanyaan, bagaiaman cara kerja kamera DSLR dalam menangkap cahaya dan mengabadikannya menjadi file gambar dengan berbagai format? Secara umum proses kerja kamera DSLR tidak jauh berbeda dengan cara kerja kamera film 35 mm atau sebagian masyarakat menyebutknya dengan kamera film/klise.

Proses pengambilan gambar dalam sebuah sistem kamera DSLR adalah merupakan kerja yang begitu cepat dengan tempo singkat. Namun agar sedikit mudah dipahami penulis akan memaparkannya dalam 3 tahapan.

2012-06-28-sistem-kerja-kamera-dslr

Pertama, What you see is what you take. Ketika mata mengintip pada viewfinder di belakang kamera, apapaun yang anda lihat maka itulah yang menjadi hasil akhir foto. Itu juga tergantung setting si fotografer. Pantulan cahaya dari obyek foto masuk melewati lensa lalu menuju cermin pantul-(2) yang kemudian memantulkan cahaya tersebut ke pentaprisma-(7). Pentaprisma mengubah cahaya vertikal ke horisontal dengan mengarahkan cahaya menuju dua cermin terpisah, lalu masuk ke viewfinder-(8).

Kedua, saat memotret, cermin pantul/reflex mirror-(2) berayun keatas dan membiarkan cahaya terus maju dengan lurus. Shutter-(3) kemudian membuka sehingga cahaya tadi masuk ke sensor digital-(4). Shutter-(3) tetap akan terbuka selama waktu shutter speed yang ditentukan dan sensor-(4) akan terus merekan informasi cahaya. Kalau sudah selesai, maka reflex mirror-(2) akan kembali ke posisi awal sehingga cahaya dari lensa akan terpantul keatas dan kembali muncul di viewfinder.

Ketiga, adalah proses yang terjadi di sensor digital-(4) dimana gambar diolah oleh komputer (processor) di dalam kamera. Processor akan mengambil informasi yang terekam di sensor, mengubahnya menjadi format yang sesuai lalu menuliskannya ke dalam memory card.

Secara keseluruhan proses tersebut diatas terjadi dalam tempo waktu sepersekian detik, kecuali jika anda memotret bulb, bahkan kamera DSLR kelas atas bisa menyelesaikan 11 proses di atas secara beruntun dalam waktu satu detik. Itulah biasa yang disebut Burst atau frame per second (fps). Bahkan sebuah smartphone sudah mampu menerapkan pengambilan gambar pada kamera dengan kemampuan 8 fps. []

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*