Mengatasi Remaja Suka Keluyuran Malam

CLICKBORNEO.COM – Kebiasaan remaja yang suka keluyuran malam, menurut Maryam Agustina MKes PSi, tidak lepas dari pengaruh lingkungan. Bahkan katanya lingkungan punya andil 80 persen, lebih besar daripada keluarga.

Dugem

“Seringkali remaja dibilang nggak model, tak setia kawan,anak mami, dianggap kuper, jika tidak ikut bergadang. Hal semacam itu akhirnya membuat si anak terdorong untuk keluar malam,” jelas Ketua Yayasan Psikologi Kalimantan (Yasika) ini.

Tapi, semua itu terjadi juga tidak lepas dari kesalahan orangtua. Mungkin lantaran takut terlalu mengekang kebebasan anak, lalu dibiarkan. Akhirnya, malah jadi kebablasan. Atau, sebaliknya karena anak sering dilarang, dia berontak.

“Remaja itu fase badai topan, penuh gemuruh. Kalau kita katakan tidak, anak justru melakukannya. Kita bilang A dia sudah Z sebagai ekspresi dari agresifitas,” ujar Maryam.

Di sinilah, lanjutnya, diperlukan kebijaksanaan orangtua dalam menarik ulur, karena mengasuh remaja itu tidak seperti anak kecil lagi. Orangtua harus bisa memposisikan diri sebagai sahabat atau orang kepercayaannya.

“Orangtua seyogianya belajar menyukai apa yang digemari anak, libatkan diri dalam pergaulan mereka. Ini juga berkaitan dalam upaya menumbuhkan rasa percaya diri si remaja,” imbuh Maryam.

Untuk membentengi anak agar tidak sering keluyuran malam, orangtua hendaknya mampu menjadi figur dalam rumah. Caranya ialah ciptakan keluarga yang lebih harmonis.

“Tolong utamakan kepentingan anak daripada diri sendiri. Misalnya, luangkan waktu untuk menemani dia membeli pakaian. Sebab, kalau anak tidak menemukan figur pada orangtuanya, ia akan mencari di luar. Sementara di luar rumah penuh dengan coreng-moreng yang bisa berdampak kenakalan bagi si remaja,” wanti-wanti pegawai RSUD Ulin Banjarmasin ini.

Komunikasi dalam keluarga perlu ditingkatkan. Jangan sampai anak terlanjur suka bergadang dan tidak bisa dinasihati lagi, baru orangtua menyadari kekeliruannya.

Kalaupun sudah terlanjur, masih ada waktu bagi orangtua untuk memperbaiki prilaku anaknya yang doyan keluyuran malam.

“Mulailah meluangkan waktu buat anak. Kalau perlu orangtua mengajaknya tidur bersama. Di situlah kesempatan efektif untuk proses dialog atau diskusi, berikan masukan tentang efek negatif keluyuran malam,” sarannya.

Selain itu, orangtua harus menemukan hobi anak dan menyalurkan pada kesenangannya tersebut. Dari situ, insya Allah kita akan bisa mengendalikan dia.[]

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*