Mendidik Anak Belajar Menerima Kekalahan

CLICKBORNEO.COM – Kalau ada orang yang tidak bisa menerima kekalahan, entah itu di ajang politik, perlombaan seni, olahraga, maupun ajang kompetisi lainnya, menurut Drs HM Adenan MA, pada dasarnya karena belum siap mental. Juga tidak adanya pembinaan intelektual secara tepat.

Anak

“Begitu kalah, lupa dengan komitmen sportivitas. Padahal kalau kita berpikir dengan tenang, memang atau kalah itu hal biasa,” ujar pemain bulu tangkis ini.

Gelar juara memang suatu pristise dan prestasi. Karena itu, kalau kita ikut klub atau komunitas tertentu, sering dituntut menang dalam setiap lomba. Begitu kalah, tidak siap mental. Bahkan tidak jarang terjadi pemukulan pada wasit.

Karena itu, setiap kali mau berlaga Adenan selalu menasihati anak-anak didiknya. “Nak, kamu akan ikut lomba. Sebagaimana ada hujan dan panas demikianlah permainan hari. Bisa ikut saja sudah syukur. Yang penting siap mental dan berlatih bagus. Kalau nanti kalah, tidak apa-apa.”

Tapi, bukan berarti setelah kalah anak dibiarkan begitu saja. Biasanya anak memang agak sulit menerima kekalahan. Ada yang termenung, frustasi, bahkan sampai menangis. Di sinilah peran seorang pelatih harus punya pengetahuan lengkap dan berwawasan luas.

“Anak akan mengalami kekecewaan yang mendalam jika tidak disertai informasi dan pembinaan mental. Sebab, anak belum mengerti apa arti kekalahan. Padahal, jika dikaji itu sekadar kesuksesan yang tertunda,” imbuhnya.

Anak perlu diarahkan, bahwa kekalahan itu kelak akan menjadi kemenangan. Di sinilah, lanjut Adenan, perlunya positif thanking. Jika ini disampaikan oleh pelatih atau manajer, tentu tidak akan terjadi kekecewaan pada anak.

“Sayangnya, rata-rata mereka tidak pernah diberi wejangan bahwa kekalahan itu ada hikmah di belakangnya,” tegas sekretaris Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia Kotamadya Banjarmasin selama dua periode ini.

Fatalnya, kalau dengan kekalahan itu anak kemudian dipersalahkan atau dimarahi. Jelas itu keliru karena tidak memupuk mental anak.

“Ajarilah anak menerima kekalahan dengan lapang dada. Boleh jadi dia kalah akibat kurang latihan. Karena itu, ke depan perlu ditindaklanjuti dengan kerja keras, disiplin, latihan yang benar dan kontinyu,” sarannya.  (ali)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*