Memotret Momentum Malam Takbiran

OLYMPUS DIGITAL CAMERACLICKBORNEO.COM -Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Meskpun momentum malam takbiran telah lewat, tentu tak ada salahnya penulis akan memaparkan hasil liputan malam takbiran beberapa waktu yang lalu. Bisa juga dipakai untuk momentum malam takbiran di tahun mendatang jika kita masih dipanjangkan umur dan bertemu dengan Ramadhan beriktunya. Amin.

Di Kalimantan Selata sendiri khususnya Banjarmasin mempunyai tradisi budaya yang kerap dijadikan sebagai ajang kompetisi kreatif masyarakat. Yakni pawai takbiran. Prosesnya pun kurang lebih sama dari Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur di Kota Banjarbaru. Yakni beberapa buah mobil berhias dengan warna-warni lami diarak keliling kota.

Foto ini diambil dengan Olympus E-520 F/11 ISO 100 S/40 sec tanpa tripod. Hanya meletakkan di pagar pembatas jembatan

Foto ini diambil dengan Olympus E-520 F/11 ISO 100 S/40 sec tanpa tripod. Hanya meletakkan di pagar pembatas jembatan

Namun di Banjarmasin, ada satu titik dimana para kembang api tidak diarahkan ke atas melainkan ke seberang sungai. Dari sini tampak antara tim satu siring seberang Mesjid Raya Sabilal Muhtadin berperang melawan tim siring Jalan Piere Tandean. Kalau dibandingkan mirip perang meriam karbit di daerah Kampung Melayu dan Pekauman Kabupaten Banjar. Namun ini versi kembang apinya.

Untuk menonton budaya ini para pengendara sering memakirkan kendaran di siring sambil menikmati berbagai jenis jagung bakar. Sedangkan untuk fotografer yang ingin memotret ada beberapa titik tertentu yang pas mengabadikannya ke dalam sebuah bingkai.

Banyak di antara sekian fotografer Banjarmasin stand by di Jembatan Merdeka dengan tripodnya menggunakan teknis slow speed guna mendapatkan garis cahaya kembang ai yang sempurna. Namun tak serta-merta dengan tripod. Di antara mereka juga banyak yang memanfaatkan dinding jembatan untuk meletakkan kamera di sana agar tidak bergoyang. Seperti yang penulis lakukan di malam takbiran 1434 H kemarin.

Untuk teknik tentu anda bisa tentukan sendiri. Biasanya para hunter SS – sebutan pada istilah slowshoot atau slowspeed, mematok rana di angka “10 ke bawah sampai “60 dipadu dengan bukaan lensa/diafragma di angka kecil dari f/8, f/11, sampai terkecil f/22 serta sensitive ISO paling minim 100 dan 200. Atau bisa juga memanfaatkan mode Bulb dengan shutter release. Dengan jari tentu tidak dipersoalkan selama anda tidak menggoyang kamera dan menimbulkan kesan shaking pada bingkai gambar. Kecuali selera. Tentu tak ada teori yang bisa membantah.

Suasana malam pelepasan pawai malam takbiran Fitri 1433 H

Suasana malam pelepasan pawai malam takbiran Fitri 1433 H

Selanjutnya, fotografer bisa juga memneruskan perjalanan mengitari siring menangkap momentum lalu lintas, petasan, dan orang-orang yang turut meramaikan malam takbiran. Sejumlah foto yang saya sisipkan pada tulisan diambil menggunakan kamera Olympus E-520. Pada tulisan selanjutnya akan kita bahas Memotret Momentum Hari Raya. Selamat hunting. []

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

One Response to Memotret Momentum Malam Takbiran

  1. lanjutkan artikelnya terus gan…

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*