Masjid Al Karomah Dibangun Zuriat Syekh Arsyad

CLICKBORNEO.COM- Latar belakang berdirinya masjid Al Karomah disamping sarat dengan nilai historis, juga sesuai namanya banyak mengandung kekeramatan.

Al Karamah 2

Sebagaimana diketahui, semenjak berdirinya kerajaan Banjar Syariat Islam menjadi acuan Sultan yang memerintah. Pembangunan masjid pun sangat diperhatikan.

Waktu itu masjid selain berfungsi tempat peribadatan dan dakwah islamiyah, juga sebagai benteng pertahanan para pejuang dalam menentang penjajahan Belanda.

Ketika Belanda gagal menangkap Pangeran Hidayat, mereka dengan bengis membakari seluruh Kampung Pesayangan. Masjid Martapura yang indah ikut dibakar. Peristiwa itu terjadi tanggal 4 Pebruari 1862. Dan pada tahun yang sama Demang Lehman dihukum gantung oleh Belanda.

Akibat pembakaran itu, masyarakat Martapura pun kemudian berinisiatif membangun masjid. Sebagai realisasi, tahun 1863 tokoh-tokoh masyarakat, alim ulama, dan para hartawan berembug untuk mendirikan masjid baru yang lebih besar

Mereka yang mempelopori berdirinya Masjid Agung Al Karomah itu, antara lain: HM Apip dari desa Dalam Pagar, HM Thaher dari Kampung Pasayangan, HM Nasir dari Kampung Melayu, dan lain-lain. Mereka semua zuriat Syekh Arsyad Al-Banjari.

Langkah pertama yang dilakukan ialah mencari tiang ulin yang panjang dan besar. Tugas ini diembankan kepada HM Apip atau lebih dikenal Datuk Landak.  Karena di Martapura tidak ditemukan, maka Datuk Landak mencarinya ke Barito (Kalteng). Selama proses pencarian tersebut banyak rintangan yang ditemui, tapi berkat kesaktian Datuk Landak semua itu bisa diatasi.

Batang ulin itulah yang kemudian jadi Tiang Empat Masjid Al Karomah, yang sampai kini keberadaannya tetap dilestarikan.

Adapun bentuk masjid, dari hasil musyawarah ditentukan tiap-tiap desa yang berada di sekitar Martapura agar membawa gambar rancangan masjid.

Ketika para undangan berkumpul, ternyata ada yang membawa sebuah benda berbentuk sangkar burung berbungkus kain. Begitu dibuka ternyata isinya miniatur masjid yang terbuat dari pelepah rumbia. Bentuknya persis masjid Demak buatan Sunan Kalijaga. Dan pembawanya utusan Desa Dalam Pagar.

Dari hasil musyawarah disepakati bahwa rancangan itulah yang dijadikan bentuk masjid Martapura yang kemudian dikenal dengan nama Masjid Al Karomah. (ali)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*