Legalisir Ijazah Kewenangan Sekolah Asal

CLICKBORNEO.COM – Setiap mau melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan, pemohon pasti diminta melampirkan legalisir ijazah. Sedangkan ijazah asli cukup diperlihatkan pada waktu mendaftar. Selanjutnya, berkas-berkas yang masuk, salah satunya fotocopi STTB, menjadi milik panitia. Tidak akan dikembalikan lagi.

Ijazah

Sebenarnya mengurus legalisir ijazah relatif mudah dan cepat. Biasanya yang agak repot itu, kalau lokasi sekolahnya dulu berbeda dengan domisili dia yang sekarang. Terpaksa si bersangkutan harus balik ke daerah asal. Kalau rentang waktu penerimaan cukup panjang, mungkin tak masalah. Kadang baru tahu pengumuman setelah batas penerimaan mau berakhir.

Seperti dialami Yanti Agustina ketika ikut seleksi CPNS tahun lalu. Warga Banjarmasin ini mengaku melegalisir ijazah S1 cukup mudah, hanya perlu waktu dua hari. Sedangkan untuk melegalisir ijazah SD, SMP, dan SMA, ia sempat agak panik. Soalnya, harus mengurus ke Tanjung tempat asal sekolahnya.

Semula Yanti sempat terpikir untuk pulang kampung. Tapi, daripada waktu tersita buat bolak-balik, akhirnya ia minta tolong saudara sepupu untuk menguruskan legalisir ijazahnya.

Kepala Sekolah SMA Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin,  mengatakan proses legalisir ijazah sangat gampang. Begitu dapat ijazah, kemudian difotocopi siswa, masuk tata usaha untuk distempel, ditulisi tanggal, bulan, dan tahun, langsung ditandatangani olehnya.

“Sedangkan bagi alumni yang sudah lama, kalau mau melegalisir ijazah kita lihat arsip dulu. Tapi, karena sekolah ini baru belasan tahun, rata-rata kita masih hafal dengan mereka. Jadi, kalau bisa dipermudah buat apa dipersulit?” ujarnya.

Selama ia ada di sekolah, tidak perlu menunggu sehari apalagi seminggu, dalam hitungan menit legalisir ijazah bisa selesai. Begitu pula saat ia berada di luar sekolah, sementara si alumni perlu cepat, bisa dikomunikasikan lewat handphone.

Tapi, kalau pas keluar daerah dalam waktu lama, maka tanda tangan untuk legalisir ijazah dilimpahkan kepada Wakil Kepsek.

Begitu pula, kalau yang datang minta legalisir ijazah itu bukan alumni tersebut, tapi orangtua atau keluarganya, tetap dilayani sebaik-baiknya.

“Ada alumni kita yang kuliah di Malaysia. Rupanya dia perlu lagi legalisir ijazah untuk melengkapi persyaratan yang kurang. Cukup keluarganya yang mengurus ke sini,” katanya.

Menurutnya, selama orang yang datang minta legalisir ijazah itu cukup meyakinkan, tak masalah. Kendati demikian, pihaknya tetap waspada dengan mengecek fotocopi ijazah dengan arsip sekolah. Bisa saja setelah difotocopi nilainya dirubah, lalu difotocopi lagi.

Di sini yang paling berperan untuk meneliti kebenaran ijazah itu adalah bagian Tata Usaha (TU). “Kita beri pengarahan kepada mereka untuk mengeceknya terlebih dulu,” tandasnya. (ali)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*