Koleksi Museum sebagai Aset Berharga

Oleh: Aliansyah Jumbawuya

CLICKBORNEO.COM – Bangsa yang besar tidak sepantasnya melupakan sejarah dan budayanya di masa lalu. Sebab, dari situlah jati diri kita semua bermula. Peninggalan sejarah dan budaya merupakan aset yang tiada ternilai harganya, mengingat keberadaannya yang tak mungkin terbarui. Karena itu, berbagai koleksi yang terdapat di Museum  harus dikelola dengan baik dan benar.

Koleksi Museum

Di sinilah pentingnya peran museum. Museum sendiri dalam melayani masyarakat bukan untuk mencari keuntungan.  Tugasnya adalah mengumpulkan, merawat, meneliti, mengkaji, mengomunikasikan, serta memamerkan bukti material manusia dan lingkungannya, untuk kepentingan studi dan rekreasi. Karena itu, ia terbuka bagi umum.

Begitu pula dengan fungsi Museum Lambung Mangkurat di Jalan A Yani Km 36 Kota Banjarbaru. Para pengelola museum senantiasa berusaha mengenalkan koleksi benda-benda yang bernilai sejarah dan kebudayaan kepada masyarakat luas. Entah itu publikasi melalui pameran di museum tersebut maupun lewat media cetak dan elektronik. Termasuk, penyebaran informasi menggunakan brosur dan buku-buku.

Pada awal berdirinya Museum Lambung Mangkurat, sebagian koleksinya berasal dari Museum Banjar yang masih tersisa. Sebagian lagi dari Direktorat Permuseuman dan ditambah  hasil pengadaan baru Museum Lambung Mangkurat. Jumlah koleksi ketika itu sebanyak 5.253 buah. Kini, jumlah itu terus bertambah.  Sampai tahun 2011 koleksi Museum Lambung  mencapai 12.000-an lebih.  Semua itu tentu saja membutuhkan pemeliharaan dan perawatan yang telaten, baik itu dari ancaman kerusakan maupun kehilangan. Juga tidak kalah penting adalah mencegah dari kerusakan biotik yang disebabkan oleh jamur, rayap, dan pelapukan, serta proses kimiawi dan fisis akibat perubahan suhu, kontaminasi lingkungan mikro, dan lain-lain.

Sejak diresmikan 1979 sampai sekarang, Museum Lambung Mangkurat hampir setiap hari dikunjungi pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, wisatawan nusantara maupun mancanegara. Bahkan dari tahun ke tahun jumlah kunjungan cenderung meningkat. Hal itu membuktikan, bahwa banyak orang membutuhkan keberadaan museum ini.

Beragam  Manfaat Museum

Terus terang sampai kini keberadaan museum cenderung masih kurang diminati masyarakat luas. Kebanyakan orangtua lebih suka mengajak anak-anak mengisi akhir pekan ke mall-mall atau tempat hiburan lainnya. Padahal, kebiasan itu justru membuat anak semakin konsumtif dan boros.   Sebaliknya, sangat jarang orangtua yang membawa anak-anaknya ke museum. Padahal selain  tiketnya murah, di museum mereka juga dapat belajar dan mengetahui banyak hal. Terutama menyangkut benda-benda bersejarah dan budaya lokal.

Sesungguhnya keberadaan dan fungsi museum sangatlah strategis. Ketika masyarakat mulai kehilangan jati diri dan akar budayanya, museum dapat memberi inspirasi tentang hal-hal penting di masa lalu yang patut diketahui oleh generasi sekarang untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Museum merupakan pranata sosial sekaligus media pendidikan kepada publik. Karena itu, perlu dukungan semua pihak untuk memublikasikan dan mensosialisasikan, bahwa ke museum tidak kalah menarik di banding berekreasi ke tempat wisata lainnya. Di museum anak-anak bisa bermain sambil belajar. Banyak pengetahuan dan keterampilan yang bakal mereka peroleh.

 Jadi, sudah saatnya gambaran museum sebagai tempat yang membosankan dihapus dari benak kita semua.  Apalagi kini pemerintah tengah gencar-gencarnya mencanangkan Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM), tentu pengelola Museum Lambung Mangkurat akan terus berusaha melakukan pembenahan dan menciptakan berbagai terobosan untuk menarik minat pengunjung. []

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*