Kewajiban Memelihara Orangtua Lansia

CLICKBORNEO.COM – Apabila kita ikhlas memelihara orangtua, maka keberkahan hidup bagai dicurahkan dari langit. Sebaliknya, jika menelantarkan mereka, tunggulah azab pedih akan menimpa.

Lansia

Memelihara orangtua yang sudah uzur atau lanjut usia (lansia) adalah kewajiban bagi anak. Jika ini tidak dilaksanakan, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan durhaka.

Menurut Hj Noorsehat, memelihara orangtua perlu kesabaran, ketelitian dan ketelatenan. Jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang bisa menyinggung perasaannya, apalagi bertindak kasar.

Dalam Alquran surah Al-Israa ayat 23 hal itu sangat terang dijelaskan. Kalau ingin anak berbakti, saleh, dan berbuat baik kepada kita, sambung Noorsehat, maka lebih dulu kita yang berbuat demikian pada orangtua. Sebab, segala perbuatan itu akan kembali ke kita. Siapa tahu nanti kita berusia panjang. Mudah-mudahan nilai tersebut tertanam pada anak-anak kita.

“Bila kita memelihara orangtua dengan tulus ikhlas, keberkahan hidup luar biasa. Rezeki pun mudah, bagai ditumpahkan dari langit,” ujar mubalighah ini.

Ia sendiri dulu merawat ibunya yang berusia uzur. Ketika keluar dari RS beberapa waktu, supaya tidak bolak-balik ke WC diberi popok. Ia juga memandikan dan mengerami rambut sang ibu. Saat melakukan itu, katanya, ada kepuasan batin yang tak ternilai. Mencuat getaran bahagia karena sempat merawat orangtua. Sampai akhirnya sidin meninggal di usia 97 tahun.

Memelihara orangtua walau tidak uzur, lanjutnya, selain kewajiban juga sebagai bentuk balas budi, meski mereka tidak pernah menuntut hal itu.

Ditegaskan Noorsehat, di dalam Islam tidak ada istilah menitipkan orangtua ke panti jompo, sekalipun dengan alasan agar lebih terjamin.

“Apapun alasannya akan terasa lebih indah jika kita sendiri bisa mengampu orangtua. Terutama nilai keberkahan itu tidak bisa ditukar dengan uang,” imbuhnya.

Ia menyontohkan, walau orangtua punya gaji pensiun ketika diberi uang sedikit oleh anak, tetap dibangga-banggakan sidin. Nilai kebahagiaan orangtua apabila berhasil mendidik anak-anaknya menjadi saleh, bukan jadi sugih.

Jadi, saran Noosehat, jangan sekali-kali menitipkan orangtua ke panti jompo dengan alasan apapun.

“Segala sesuatu dalam hidup ini kita yang memanej. Waktu ibu sakit, saya selalu mengingat dan memberi minum obat, toh tidak pernah terlambat ke kantor,” ungkapnya. (ali)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*