Kembangkan Potensi Anak Cacat

CLICKBORNEO.COM – Semua orangtua pasti menginginkan anak yang lahir dalam keadaan sehat, normal, dan tak kurang suatu apapun. Akibatnya, begitu kenyataan berbicara lain, tidak sedikit orangtua yang tak siap mental menerima takdir anaknya menderita cacat.

Anak Cacat

Terutama di kalangan orang-orang kaya dan berpangkat, kata Sri Rahayu SPd, awalnya karena menjaga gengsi lalu anaknya yang memiliki kelainan fisik maupun mental disembunyikan.

“Kadang, orangtua hanya focus memperhatikan anak yang normal, sementara yang cacat dibiarkan begitu saja karena dianggap tidak akan bisa berkembang. Atau, sebaliknya anak cacat terlalu dilindungi, apa‑apa tidak boleh,” bebernya.

Akibatnya, suatu saat nanti bisa jadi bumerang, sebab bagaimanapun anak itu ingin diterima di lingkungannya.

Ada lagi orangtua yang berpendapat bahwa anaknya bisu tuli, sehingga tak usah disekolahkan. Padahal, belum tentu demikian. Jika anak tidak diberi kesempatan belajar, bagaimana kita bisa tahu keadaan sesungguhnya. Orangtua sering mengambil kesimpulan sendiri, ucap Kepsek SDLB Negeri Sungai Paring Martapura ini.

“Namun, alhamdulillah kesadaran orangtua kini sudah bagus. Terbukti, dari tahun ke tahun murid di sini terus bertambah,” jelas Rahayu.

Tantangan lain, setelah anak disekolahkan sebagian orangtua tidak sabar melalui tahapan demi tahapan. Begitu anak cacat disekolahkan, yang semula tidak bisa ngomong penginnya langsung bisa berkomunikasi. Padahal, semua itu tergantung pada alat bicara, pendengaran, dan IQ anak.

“Tiap hari mengantar anak cacat ke sekolah, tapi hasilnya tidak bisa langsung dilihat. Tak sesuai antara biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang didapat. Akhirnya putus sekolah. Dalihnya si anak yang malas, padahal orangtua yang tidak telaten,” cerita Rahayu.

Tapi, beberapa bulan kemudian pasti balik lagi, karena keinginan anak untuk sekolah tidak dapat dibendung.

Kalau anak cacat setiap hari memperoleh layanan pendidikan, insya Allah potensinya akan tergali. Khususnya, di sisi mana kelebihan yang dimiliki anak.

“Memang tidak semua anak cacat, terutama tunagrahita, secara akademik kemampuannya bisa ditingkatkan. Tapi, ada sisi keunggulan lain, entah di bidang seni, olahraga, maupun keterampilan yang dapat dikembangkan. Minimal mereka akan tahu sopan-santun,” tegasnya. (ali)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*