Kabupaten Banjar Terbaik Pengelolaan Sampah

CLICKBORNEO.COM – Kabupaten Banjar dinilai sebagai daerah terbaik  di Kalimantan Selatan dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama terkait pengelolaan sampah.  Prestasi Adipura  selama dua tahun berturut-turut, 2012 dan 2013 dinilai sebuah penghargaan yang layak didapatkan pemerintah daerah berjuluk Serambi Mekkah ini,  mengingat kebijakan-kebijakan  lingkungan yang terukur.

DIALOG TVRI

“Saya menilai Kabupaten Banjar termasuk daerah  terbaik di Kalimantan Selatan dalam menjaga kebersihan lingkungan terutama dalam mengelola sampah,” ucap Yulianto, warga Kabupaten Barito Kuala saat memberikan tanggapan via telepon , dalam sebuah siaran langsung Dialog Banua  di TVRI Kalsel,   Jumat (31/1) malam .

Yulianto mengatakan,  pernyataan dirinya jika kabupaten yang dipimpin Sultan H Khairul Saleh itu layak dikatakan sebagai daerah terbaik di Kalimantan Selatan dalam pengelolaan sampah terbukti dari apresiasi pemerintah pusat berupa diraihnya penghargaan Adipura selama dua tahun berturut-turut.

“Bahkan untuk tahun 2013, Kabupaten Banjar melalui Kota Martapura, satu-satunya daerah di Kalsel yang berhasil meraih Penghargaan Adipura.  Upaya pemerintah daerah ini dalam menggerakkan partisipasi masyarakat agar peduli kebersihan lingkungan patut kita acungi jempol,”  puji Yulianto.

Keberhasilan Kabupaten Banjar mempertahankan penghargaan kebersihan lingkungan  perlu dicontah kabupaten/kota lainya di Kalimantan Selatan sebagai inspirasi untuk mengelola kebersihan lingkungan agar lebih baik lagi.

Dalam dialog berlangsung sekitar satu jam itu, hadir sebagai nara sumber dari Pemkab Banjar, Sekda Ir H Nasrun Syah MP, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Ir HM Farid Soufian, MS dan Kabag Humas Drs Rahmaddin, MY, AKs, MSi.

Sekda Banjar H Nasrun Syah  mengatakan sebagai daerah religius pihaknya selalu mensosialisasikan pentingnya masyarakat untuk berprilaku sehat dan bersih.  Sebab  dalam  Islam diajarkan “Kebersihan sebagian dari iman”.

Mengenai landasan yuridisnya, pemerintah daerah memliki Perda No 19 Tahun 2007 tentang Kebersihan Lingkungan dan Peraturan Bupati Banjar No 177 Tahun 2011  tentang kawasan Percontohan Bebas Sampah yang mengatur, jadwal waktu pembuangan sampah, penerapan sanksi hukuman tiga bulan penjara atau denda Rp 25 juta bagi mereka yang melanggar ketentuan .

Kabag Humas Setda Banjar Rahmaddin MY menambahkan, salah satu faktor yang sangat mendukung keberhasilan meraih prestasi Adipura adalah partisipasi masyarakat, termasuk di dalamnya para tuan guru, ulama, tenaga pendidik dan swasta.

“Berkat inisiator Ketua TP PKK Banjar, Ibu Hj Raudatul Jannah, Kabupaten Banjar kini telah memiliki lembaga PAUD Peduli Lingkungan. Di lembaga pendidikan ini anak akan diberikan pengetahuan dan contoh prilaku tentang pentingnya menjaga kebersihan sekarang sejak dini. Ke depan jika anak remaja sampai dewasa nanti akan selalu mencintai kebersihan lingkungan,” tandas pejabat yang  juga kandidat Doktor Administrasi Pembangunan ini. []

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*