Jangan Takut Dikritik, Follow Your Heart

CLICKBORNEO.COM – Rini merasa dirinya tidak sepintar dan berbakat seperti kakaknya, Wini. Di sepanjang lemari, berjejer piala hasil prestasi yang pernah ditorehkan Wini. Rini juga tidak akrab dengan Wini. Rini menganggap kakaknya selalu mengkritik apa yang dilakukannya, mulai dari penampilannya, kegiatan yang dia lakukan sampai pada masalah pekerjaan. Akhirnya, walaupun selama bertahun-tahun tinggal di bawah atap yang sama, Rini selalu mencoba menghindar untuk berinteraksi dengan Wini.

Selanjutnya, ketakutan Rini terhadap kritika Wini menyebabkan dirinya tidak dapat akrab satu sama lain. Padahal, bisa jadi kritikan tersebut adalah bentuk perhatian Wini pada adiknya atau, kritikan yang diberikan Wini justru hanya perkataan untuk menguji adiknya. Seringkali seseorang yang mengkritik hanya menguji orang lain untuk melihat reaksi yang ditimbulkan. Banyak orang takut akan kritik, namun tidak banyak orang yang dapat menerima kritikan dan memilahnya menjadi masukan yang membangun. Sebenarnya, kita tidak perlu menghabiskan hidup untuk menjelaskan diri, memberikan alasan mengapa kita berbuat begini-begitu dan selalu mengikuti kritikan dari orang lain. Jika kita senang melakukan sesuatu, tidak merugikan orang lain apa lagi menyakiti orang lain, maka apa yang kita lakukan tidak perlu takut untuk dikritik, bukan?

Kasihan sekali Rini. Dirinya mencoba untuk menutup diri dan menutup segala hal kemungkinan yang dapat dilakukan hanya karena merasa “kalah” dengan Wini. Padahal, tidak ada orang yang pandai pada segala hal dan kita semua tahu akan hal itu. Tetapi, inilah fakta sebenarnya. Sebagian orang lupa dengan kenyataan bahwa diri mereka juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Penyakit lupa akan kelebihan yang dimiliki diri sendiri terkadang disebabkan karena seseorang terlalu silau dengan apa yang dimiliki oleh orang lain dan melupakan bahwa setiap manusia itu unik.

Akibatnya, karena takut dikritik orang lain, seseorang tersebut lebih memilih menghindar atau menutup diri. Meski memiliki kemampuan[sws_related_postright showpost=”4″ title=”BACA JUGA:” bgcolor=”359bed” fontcolor=”ffffff”] [/sws_related_postright] istimewa, kalau selalu tidak berani mencoba dan cepat patah semangat, hasilnya ya kegagalan. Kritik atau tidak dikritik, Kamu tetap merupakan diri mu sebenarnya. Hargai diri sendiri maka kita dapat memahami kemampuan dan kelemahan yang dimiliki. Percayalah bahwa semua orang dapat bahagia dan maju dengan caranya sendiri, Kembangkanlah karakter baik seperti kejujuran, keberanian, ketekunan, kemurahan hati dan rendah hati yang tidak dapat dimiliki dari lahir. Tidak ada orang yang tidak suka dengan karakter yang baik.

Psikolog sekaligus motivator, Andrew Mathwes dalam bukunya “follow your heart” memberikan tips apa yang harus dilakukan ketika seseorang menghadapi kritik tanpa harus marah, sedih sampai menutup diri.

  1. Tersenyumlah lebar dan katakan “ kamu mungkin benar !” Terkadang, seseorang yang mengkritik orang lain hanya menginginkan orang lain setuju dengan apa yang dikatakannya. Pilihan kritikan diterima atau tidak, tergantung bagaimana kita melihat apakah kritikan tersebut dapat membangun diri menjadi lebih baik.
  2. Katakan “terima kasih”, lebih bagus lagi jika ditambah senyuman. Setuju atau tidak setuju dengan kritik yang diberikan, namun kamu sudah cukup baik untuk mencoba menghargai mereka.
  3. Pura-pura tidak mendengar. Jika kamu sudah yakin seseorang yang mengkritik tersebut sekedar hanya ingin menguji atau menggoda maka pura-pura lah tidak mendengar. Bila tidak mendapat reaksi, biasanya orang-orang tersebut juga akan pergi dengan sendirinya.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*