Izin Kursus Diberikan Secara Bertahap

CLICKBORNEO.COM – Sekarang ini di Banjarmasin marak berdiri berbagai lembaga kursus. Ada kursus komputer, desain grafis, bahasa asing, musik, tata rias pengantin, kecantikan rambut, tata boga, dan sebagainya. Apalagi pangsa pasarnya lumayan menjanjikan.

Kursus

Tatang Fachriyadi, pemilik lembaga pelatihan dan keterampilan (LPK) mengemudi Trio di kawasan Kayutangi Banjarmasin, mengatakan animo masyarakat untuk belajar mengemudi cukup tinggi. Mereka yang tak punya mobil pun tertarik ikut kursus. Pasalnya, keahlian menyetir itu sewaktu-waktu pasti berguna.

“Saya tertarik membuka kursus ini karena relatif stabil. Kalau pelayanan kita bagus, bagi peserta tarif tak jadi masalah. Beda dengan usaha yang bersifat musiman, antar pesaing sering saling banting harga,” kata Tatang.

Mengenai permohonan izin membuka kursus di Diknas, menurutnya cukup mudah. Yang agak lama itu ketika mengurus SKTU perlu waktu 10 hari. Harus ada rekomendasi dari ketua RT, lurah, dan camat.

Sebelum mengajukan izin, Tatang terlebih dulu berkonsultasi dengan pegawai Diknas Kota Banjarmasin. Ia disarankan mencoba dulu, kalau perkembangannya memang bagus baru minta izin. Jangan sampai begitu kursus mendapat izin, malah nanti tutup.

“Setelah setengah bulan beroperasi, saya segera mengajukan izin. Bahkan kalau yakin peluangnya bagus, dari awal minta izin kursus, juga tak masalah,” ujarnya.

Bagi mereka yang hendak membuka kursus disyaratkan mengajukan proposal yang berisi latarbelakang dan tujuan pendirian kursus tersebut.

Sebenarnya izin kursus diberikan untuk satu jenis keterampilan. Tapi, kebanyakan setelah lembaga itu lama berdiri dan berkembang, mereka menambah rumpunnya.

Untuk satu rumpun ada tahapan, terdaftar dulu selama 6 bulan. Setelah berjalan sekitar 5 bulan, mengajukan lagi untuk dapat izin. Nanti dipantau, lembaga kursus itu masih bertahan atau tidak. Jangan-jangan cuma tinggal papan nama.

Apabila setelah 6 bulan memang eksis, bisa mengajukan perpanjangan dengan status izin tahap C yang berlaku selama satu tahun. Selanjutnya, tahap B berlaku 2 tahun, dan tahap A untuk 3 tahun.

Jika sudah melewati tahapan tersebut, lembaga bersangkutan silakan mengajukan izin perpanjangan. Kursus tersebut sudah dapat akreditasi dari asesor Badan Pengembangan Pendidikan Nonformal (BPPNF) Banjarbaru.

Keuntungannya, kalau sudah dapat akreditasi, maka lembaga kursus itu bebas untuk membuka akses seluas-luasnya. Selain itu, juga bisa mendapatkan jumlah dana bantuan. (ali)

Syarat Pengajuan Izin Lembaga Kursus

  • Membuat proposal
  • Fotokopi akte notaris jika berbentuk yayasan
  • Fotocopi KTP atau SIM pimpinan
  • Ijazah pimpinan dan tenaga pendidik
  • Surat keterangan tempat usaha (SKTU)
  • Fotocopi izin terdahulu untuk perpanjangan
  • Surat keterangan ketua RT
  • Status kepemilikan tempat belajar
  • Rekomendasi HIPKI setempat
  • Pasfoto pimpinan ukuran 4×6 dua buah
  • Kelakuan baik dari kepolisian
  • Rekomendasi dari Kantor Cabang Dinas
  • Riwayat hidup (curiculum vitae) pimpinan kursus.

 

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*