Investasi Pahala dengan Menulis

CLICKBORNEO.COM –Menulis ternyata bisa memberikan nilai positif untuk jangka panjang. Menulis dapat dijadikan investasi untuk menuai pahala secara terus- menerus.Karena itu, para ulama dahulu berlomba-lomba untuk menulis.

Ulama Menulis

Hidup di dunia ini relatif singkat. Karena itu, kita harus cerdas bertindak. Bagaimana caranya agar aktivitas kita senantiasa bernilai untuk jangka panjang.

Dalam hal mencari nafkah misalnya, ada orang yang bekerja keras seharian menguras keringat, tapi penghasilan dia cuma pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sebaliknya ada yang kelihatan santai, justru hidupnya bergelimang kemakmuran. Manusia pertama sekadar mengandalkan tenaga, sedangkan yang kedua pintar memutar otaknya. Mungkin dia banyak berinvestasi, sehingga uang terus mengalir ke rekeningnya. Bekerjalah lebih cerdas, bukan lebih keras. Prinsip inilah yang gencar digalakkan Robert Kiyosaki.

Demikian pula dengan amaliah keagamaan. Ada ibadah yang bernilai setakaran perbuatan itu sendiri. Artinya, begitu dikerjakan, dapat pahala, berhenti thok di situ. Sebaliknya, ada ibadah yang sekali dikerjakan pahalanya mengalir terus-menerus bahkan sampai si bersangkutan mati. Salah satunya dalam Islam disebutkan ialah mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain. Selama ilmu tersebut terus digunakan, maka sepanjang itu pula pahala akan mengalir padanya.

Termasuk menulis buku, walaupun jasad si penulis telah terkubur ratusan tahun silam, tapi karena generasi sekarang tetap mengambil faedah dari karyanya dimaksud, maka ia berhak untuk menerima ‘royalti’ pahala. Karena itulah, ulama-ulama dahulu rajin menulis. Ya, sungguh beruntung mereka yang sebelum ajalnya tiba sempat mewariskan ilmu dalam bentuk buku. Dengan cara itu mereka  melakukan investasi pahala yang tak ternilai harganya.

Dalam hal ini, ada sebuah contoh yang sangat bagus dikemukakan. Seorang penulis hanya dari satu judul buku sukses berinvestasi, baik untuk kehidupan dunia maupun akhiratnya.

Buku tersebut ditulis tahun 1976, dengan tiga versi ukuran. Ukuran kecil naik cetak 359 kali, ukuran sedang 348 kali, dan ukuran besar 365 kali. Jika ditotal, berarti sudah mengalami cetak ulang 1.072 kali (jika pihak keluarga mau mengajukan bisa masuk rekor MURI).

Karena si penulis telah meninggal dunia, hak royalti Rp 3 milyar lebih jatuh pada anak cucunya. Alhamdulillah, berkat investasi tersebut kini keturunannya kaya-raya.

Tahukah Anda judul buku itu? Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karangan Moh Rifa’i. Padahal, baik dari segi isi maupun kertas, buku tersebut terbilang sederhana. Tapi, karena dihajatkan oleh banyak orang jadi laris manis. Apalagi harganya cukup murah.

Bayangkan, berapa ribu bahkan jutaan penduduk Indonesia yang merasa terbantu dengan keberadaan buku itu? Sebab, setiap Muslim pasti berkepentingan untuk mempelajari tata cara shalat yang benar. Bukan hanya kalangan mualaf, Muslim keturunan pun tak sedikit yang hingga dewasa shalatnya masih bermasalah. Maka, begitu mereka terbuka hati untuk bertobat, pasti memerlukan buku panduan shalat, sebab jika belajar langsung dengan seseorang boleh jadi yang bersangkutan merasa malu.

Berarti, setiap kali ada yang mengambil manfaat dari buku itu, otomatis penulisnya juga dapat pahala. Seharusnya kita tergugah meniru jejak Moh Rafi’i, melakukan investasi dunia dan akhirat dengan menulis? Karena itu, mari kita tancapkan niat menulis sebagai bagian dari ibadah.

Kayak apa pendapat dangsanak, akur juakah? []

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*