Ingin Bahagia, Kendalikan Pikiranmu

CLICKBORNEO.COM – Sebagian orang bilang dirinya beruntung dan banyak orang yang merasa dirinya selalu mengalami kesialan. Banyak orang menyatakan dirinya bahagia, banyak pula orang yang menyatakan dirinya tidak bahagia. Namun dalam kehidupan nyata, sebenarnya kita lah yang memilih kebahagiaan meskipun kita memiliki masalah.

Simak cerita berikut ini :
Ratih merasa dirinya tidak pernah merasakan bahagia baik secara mental atau secara fisik seperti orang lain. Ratih selalu merasa dirinya harus mengorbankan banyak hal untuk merasakan sedikit dari emosi tersebut. Setiap melihat cermin, Ratih selalu beranggapan, “Mengapa aku jelek dan gendut? Hidungku pesek? Pantas saja, aku tidak menarik”. Ratih juga merasa sebaik apapun usaha yang dilakukannya dirinya tidak pernah mendapatkan nilai akademik yang memuaskan, walaupun dirinya juga  bukan anak yang bodoh di kelas. Tidak hanya itu, sudah sejak lama ternyata Ratih juga merasa walaupun menjadi seorang anak pejabat namun dirinya tidak pernah mendapat barang apa pun yang dia inginkan.

[sws_related_postleft showpost=”10″ title=”BACA JUGA” bgcolor=”0a59c1″ fontcolor=”ffffff”] [/sws_related_postleft] Penulis pernah berbincang dengan Ratih tentang keluhan yang dialaminya. Ternyata, apa yang ditemukan penulis?  Ratih memiliki tinggi 155 dan berat badan 55 Kg, tidak bisa dibilang terlalu gendut untuk ukuran tinggi badannya. Ratih juga tidak memiliki cacat apa pun pada wajahnya. Di sekolah, dia berhasil masuk urutan 10 besar walaupun kadang juga keluar namun tidak pernah mendapatkan urutan 10 terbawah. Setiap bulan, orang tua Ratih selalu berusaha meluangkan waktu untuk jalan-jalan sekeluarga, kadang ke restoran mewah, puncak, pantai atau tempat pariwisata lainnya. Ratih juga diberikan fasilitas oleh orang tuanya untuk belajar, uang saku setiap harinya dan tidak perlu berbenah rumah karena ada pembantu yang melakukannya.

Jadi, sebenarnya apa yang dialami Ratih hingga dirinya merasa cenderung tidak bahagia dengan apa yang dimilikinya? Psikolog John Taurer dalam bukunya “Goal Post” menyatakan ada dua hal yang dapat menyebabkan seseorang cenderung tidak bahagia. Jika seseorang selalu merasa buruk, tidak bahagia baik secara mental atau fisik maka dapat dikatakan dirinya senderung terjerumus ke dalam perangkap pikiran.

Kebahagiaan sebenarnya merupakan suatu tindakan dari kehendak. Itulah yang diucapkan oleh Andrew Matthew, psikolog sekaligus konselor remaja dalam bukunya “Being Happy”. Kebahagiaan sebenarnya dapat dilakukan dengan mengendalikan pikiran. Contohnya ketika seseorang dihadapkan dengan cobaan yang menurut orang lain sangat berat dalam hidup, seperti kehilangan rumah, kemiskinan, kehilangan orang yang sangat dicintai namun pada saat yang sama mereka memutuskan untuk “bahagia”. Karena bahagia adalah satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk bertahan hidup. Singkat kata, kebahagiaan tidak datang begitu saja atau ditentukan oleh nasib seperti “kecelakaan”. Kebahagiaan ada karena dipilih.  Kita yang memilih dan memutuskan untuk bahagia.

Lalu, bagaimana caranya untuk  memilih “bahagia”?

Cara yang paling ampuh menurut Matthews untuk dapat memulai dan memutuskan “bahagia” yaitu dengan menyenangi diri sendiri terlebih dahulu. Ada beberapa tips untuk memulainya, yaitu :

  1. Hindari mengkritik diri sendiri. Tidak ada seorangpun yang luput dari kesalahan atau nasib sial sekalipun. Bahkan, Thomas Alfa Edison seorang penemu yang tersohor sekalipun. Seandainya Thomas menyerah karena terus mengkritik dirinya yang gagal membuat sengatan listrik menyala, mungkin tidak akan ditemukan lampu  seperti sekarang. Menghindari untuk mengkritik diri sendiri dapat berarti bersyukur dengan usaha, ketentuan atau nasib yang telah terjadi. Tidak ada orang yang mengatakan salah untuk mencoba lebih baik setelah kita gagal beberapa kali. Ikhlas, percaya dan kerja keras lebih penting.
  2. Terima pujian. Tidak ada yang salah dengan ucapan pujian. Ketika seseorang memuji tentang diri kita atau apa yang telah kita lakukan, anggap saja hal tersebut sebagai hadiah.
  3. Luangkan waktu dengan orang-orang yang berpikir positif. Seseorang yang berada dekat  dengan kita dapat memberikan andil besar terhadap perasaan yang kita alami.
  4. Putar ingatan mengenai mimpi dan temukan visi hidup. Apapun yang ada dipikiran kita, itulah yang mungkin akan terjadi. Ini dikenal dengan nama hukum pikiran. Jika pikiran kita terus positif dan mengingat bagaimana kita senantiasa ingin menjadi seseorang yang bahagia, berhasil dan percaya diri, percayalah kita akan dapat melakukan hal tersebut.
  5. Temukan ide “positif” untuk menjaga hati tetap senang. Ada ratusan buku atau media apapun yang bagus tentang motivasi, pengembangan diri dan kumpulan nasihat yang dapat digunakan untuk menyegarkan pikiran dari pengaruh negatif. Tidak semua orang dapat menemukan inspirasinya sendiri. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk menyantap bacaan sehat untuk pikiran yang lebih sehat.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*