Hindari Perebutan Hak Asuh Anak

CLICKBORNEO.COM – Setiap anak yang orangtuanya  bercerai itu saja goncangan jiwa dia sudah luar biasa, apalagi kalau hak pengasuhan atas dirinya diperebutkan. Akibatnya, anak bisa jadi pemurung, tidak ceria, berkepribadian tertutup, dan malu dengan teman-temannya.

cerai2

“Pada tingkat berikut, terutama anak perempuan bisa-bisa menjauhi laki-laki, karena takut apa yang dialami orangtuanya juga akan menimpanya,” jelas Dra Siti Faridah MAg.

Karena itu, pasca perceraian meskipun ada rasa kebencian di antara mantan suami-isteri, hal itu tidak perlu diperlihatkan di hadapan anak. Apalagi sengaja menghalang-halangi anak untuk menjalin kedekatan dengan orangtuanya.

“Seorang ibu walau dia yang mengasuh, tidak berhak melarang jika si ayah ingin menemui anaknya. Bagaimanapun yang namanya hubungan darah tidak bisa dipisahkan,” tegas dosen Psikologi Agama Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari ini.

Tinggal kesepakatan mengenai pembagian waktu. Apalagi zaman sekarang teknologi sudah canggih, cukup menelpon kapan dan mau ketemu di mana.

Bisa saja bertamu ke rumah mantan istri, tapi tetap saja ada jarak. Apalagi kalau masing-masing sudah bekeluarga, sebaiknya menemui cukup sebentar untuk menghindari fitnah.

“Mungkin lebih baik anak dibawa keluar ke tempat neneknya. Intinya, jangan sampai si ibu menghalangi keakraban, rasa hormat dan sayang anak pada ayahnya,” saran Faridah.

Bila si ayah membawa ke rumah, jelaskan pada istri barunya bahwa bagaimanapun itu anaknya, karena itu dia harus bisa menerima.

Kadang ibu kandung takut anaknya dapat perlakuan tidak baik dari ibu tiri, padahal banyak saja ibu tiri yang baik, asal mantan suaminya bisa menyampaikan pada istrinya bahwa anak tetaplah anak, tidak bisa dipungkiri.

“Yang sering terjadi itu, su’udzon duluan dengan mantan pasangannya. Padahal kalau masing-masing sangka baik saja, tidak ada masalah tentang pengasuhan anak,” pungkasnya. (ali)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*