Hati-hati, Suka Gosip Indikasi Tidak Mencintai Diri Sendiri

gosipkalimantan.onoffsolutindo.com – Sering dengar kata “biang gosip”? Atau “tukang ejek” ? Pasti sudah tidak asing lagi dengan gelar tersebut. Keberadaaan teman atau orang terdekat yang suka ngegosip atau mengejek  seringkali membuat kita serba salah, tidak enakan bahkan jengkel. Salah-salah nanti kita sebagai temannya sendiri yang digosipin. Hati-hati pula, mungkin kita adalah salah satu orang yang suka menggosip?

Sebenarnya menggosip atau mengejek adalah salah satu sikap yang patut diwaspadai. Tidak hanya itu, seseorang yang suka menggosip ternyata sebenarnya patut untuk dikasihani, lho.. Kenapa? Penulis buku how to be happy for adolescence, Andrew Mathews mengatakan bahwa seseorang yang tidak mencintai dirinya memiliki kecendrungan untuk melabelkan citra buruk terhadap dirinya sendiri. Seseorang yang menganggap dirinya memiliki citra diri buruk akan  memiliki dua strategi yang dapat menjengkelkan orang lain untuk membuat dirinya lebih baik. Pertama yaitu dengan sering mengkritik, mengejek dan menggosip. Kedua yaitu dengan sering mengkritik diri sendiri.

 Jelasnya, silakan disimak gambaran berikut ini.

Rani merasa dirinya memiliki berat badan yang berlebih dibandingkan dengan teman-temannya. Pergelangan tangan dan paha yang besar membuat Rani sulit untuk menemukan ukuran baju atau celana yang pas di tubuhnya.  Belum lama ini, Rani juga ditolak oleh cowok yang disukainya sehingga Rani semakin menganggap bahwa dirinya tidak menarik  dan tidak disukai banyak orang.  Semenjak itu, Rani mencari cara untuk membuat dirinya  merasa lebih baik di depan orang lain. Dia mulai menjuluki teman-temannya dengan sebutan yang dianggapnya suatu kelemahan dari temannya. Tidak hanya itu, Rani juga seringkali  mencari tahu  informasi yang berusaha ditutup-tutupi oleh teman-temannya dan menyebarkannya kepada orang lain. 

Apa yang dilakukan oleh Rani merupakan salah satu gambaran dari strategi pertama yang diungkapkan oleh Mathews. Seseorang yang memiliki citra diri buruk akan cenderung sulit untuk menerima diri apa adanya dan tidak menyukai apa yang dialaminya.

Pakar psikolog perkembangan, Papalia, Olds dan Fieldman mengungkapkan bahwa seseorang yang memiliki citra diri buruk akan memiliki peluang besar untuk merasa rendah diri, tidak puas terhadap apa yang dimiliki, sakit hati  dan  cenderung memiliki masalah atau konflik di dalam dirinya.

Citra diri buruk juga dapat membuat seseorang merasa  tidak kompeten di depan orang lain, stress dan dapat berujung pada depresi.  Oleh karena itu, jika kita mengingat bahwa seseorang yang senang bergosip atau mengejek sebenarnya adalah orang yang sakit hati, maka tidak perlu bingung dengan kelakuan mereka.  Cukup tanggapi dengan tenang saja dan kepala dingin. Kemungkinan terbesar dari  tujuan utama orang tersebut justru ingin membuat orang lain merasakan sakit hati  yang dialaminya.

Strategi kedua bagi seseorang yang memiliki kecenderungan citra diri buruk yaitu dengan  tidak menyukai diri sendiri. Seringkali terdengar keluhan atau ucapan ketidakpuasan yang diucapkan orang tersebut terhadap diri mereka sendiri. Seseorang dengan tipe ini akan cepat menyimpulkan bahwa ketidakberhasilan atau  masalah yang dimilikinya hadir karena merasa tidak memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain. Untuk membuat dirinya lebih baik, seseorang yang menggunakan strategi  ini akan menggunakan psikologi kebalikan, yaitu mencari dukungan dari orang lain dengan mengharapkan tanggapan bahkan rasa kasihan dari orang lain.

Contohnya yaitu seperti apa yang dihadapi oleh Sita.

Sita tidak menyukai dirinya. Dia selalu berkata pada Ami “Kamu lebih cantik daripada diriku, lebih pintar dan jago olah raga. Tentu saja kamu memiliki lebih banyak teman dari pada aku. Tidak ada yang menyukaiku.”  Seseorang seperti Sita akan berharap teman-temannya akan menjawab “Tidak Sita! Kamu cantik kok, pintar dan cukup pintar berolahraga”.  

[sws_related_postleft showpost=”4″ title=”BACA JUGA” bgcolor=”0a59c1″ fontcolor=”ffffff”] [/sws_related_postleft] Jika seseorang seperti  Sita terus menerus melakukan strategi ini berulang-ulang, maka  lama-lama dapat membuat orang disampingnya  serba salah, bosan bahkan jengkel. Akibatnya akan lebih buruk buruk bagi Sita jika teman-temannya malas bergaul dengannya, bukan?

Bagaimanapun seseorang yang merasa dirinya memiliki kecenderungan citra diri buruk memiliki kebutuhan  dan latihan untuk dapat  menerima diri apa adanya. Seseorang yang memiliki citra diri buruk harus diarahkan untuk dapat memotivasi diri sendiri menjadi lebih baik, melupakan kesempurnaan dan dapat berdamai dengan diri sendiri. Hal tersebut juga berlaku bagi siapa saja yang pernah  merasa dirinya buruk di depan orang lain. Percayalah bahwa semua orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Dengan menerima diri apa adanya, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mengoptimalkan kelebihan yang kita miliki tanpa perlu membuat orang lain jengkel atau sakit hati.[]

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*