Golongan Dalam Fotografi (Top Professional)

CLICKBORNEO.COMDari tanah kembali ke tanah. Mungkin peribahasa itu yang cocok untuk menggambarkan golongan fotografer di tahapan terakhir ini, golongan kelima “The Real Master of Photography” begitu kiranya.

Masa-masa pencarian jati diri untuk beberapa kamera mungkin sudah berlalu. Rasa penasaran mulai surut. Kini branded satu kamera dengan kamera lainnya tidaklah lagi hal yang penting. Puluhan tahun Real Master sudah berada pada maqom Semi-Professional/Small Master. Inilah satu maqom tertinggi di dalam ranah dunia fotografi. Inilah ilmu makrifat fotografi yang hakiki.

Dalam tingkatan ini fotografer akan mulai bertahan. Tak lagi gundah dan gelisah menilik maraknya perkembangan fotografi di zaman sekarang. Atau boleh kiranya saya katakana akhir zaman. Real Master Photographer akan mengekalkan dirinya pada keterbukaan membagikan ilmu dan menyampaikan yang baik tanpa dibumbui pertikaian dan canggihnya peralatan. Dalam hal tolong-menolong dia pakarnya. Top master ini sudah mampu merendahkan diri di antara fotografer lainnya, mudah berteman, saling menghormati kepada satu golongan dan menyayangi kepada golongan yang lain. Yakni 4 golongan yang telah saya paparkan sebelumnynya.

Real Master atau Top Profesional menjadi tahapan akhir dalam golongan fotografi. Jika kata Real dimaknakan dalam kaedah bahasa Spanyol maka bermakna Raja. Namun jika dimaknakan dari bahasa inggris, Real berarti sungguh. Maka “golongan The Real of Photography” adalah tahpan raja yang sesungguhnya. Inilah tingkatan yang selama ini dicari-cari oleh fotografer pemula.

Fotografer pada tingkatan ini mempunyai fikiran yang lebih luas dalam berbagai bentuk. Pabila menemukan sesuatu yang tidak dipahami maka ia akan melihat dari sudut pandang lain yang lebih positif. Dia tidak terburu-buru memvonis sesuatu yang salah, yang mana yang benar, dan yang mana yang pantas. Dan di tahap ini si fotografer tidak sembarang membuat testimoni, komentar, atau sekadar teguran. Banyak perhitungan yang dilaluinya untuk sekadar meloloskan satu kata dari ilmu fotografi yang dimilikinya.

Sampai pada titik rahasia, yang justru tidak tidak pernah diketahui fotografer pemula, dia perlahan akan membimbingnya untuk membantu memahamkan perkembangan fotografi yang kian membabi-buta.

Kini, fotografer sesungguhnya tak lagi bergantung dengan peralatan yang berat atau Pro Gears. Beberapa kalimat yang biasa disampaikan seorang Real Master Photographer kepada muridnya yakni:

“Semua kamera bisa menghasilkan gambar yang menarik.”

“Sebagai fotografer kalian harus memperbudak kamera agar menghasilkan gambar yang kalian ingingkan, bukan sebaliknya, kalian yang diperbudak kamera.”

“Cahaya, cuaca, manusia tak pernah bisa untuk disalahkan. Apabila kalian menghasilkan gambar yang buruk, itu murni kesalahan si fotografer, bukan objeknya. Maka kalianlah yang bertanggung jawab atas semua yang kau lakukan dengan kameramu sendiri.”

“Gelar juara, piala, skill, penghayatan yang telah kalian dapat merupakan hasil kerja kalian sendiri. Untuk mempertahankannya maka mulailah belajar menilai foto dari penilaian objektif bukan penilaian subjektif.”

Susunan kalimat di atas adalah sabda pamungkas dari pada Real Master Photographer yang bisa kita dengar dengan sentuhan keikhlasan seirang profesional kepada muridnya.

Banyak di Negara kita fotografer yang sudah sampai ke tahapan Real Master of Photography atau Top Professional. Namun kita tak bisa juga memungkiri keberadaan 4 golongan sebelumnya yang membuat ramai forum fotografi atau warung kopi. Para fotografer memang harus melewati tahapan Pemula (entry level), Amatuer, Semi-Pro, Profesional, dan sampai kepada titik Real Master Photography/Top Professional. Talk less do more.

So, sampai di golongan manakhn kemampuan fotografi kita sekarang? Semua kembali kepada keyakinan. Dan tak perlu juga harus minta sebutan dari orang di lingkungan sekitar kita. Sebab seorang fotografer yang telah mencapai makrifat sesungguhnya, kita tak pernah tahu. []

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*