Dewa Pahuluan

CLICKBORNEO.COM – Nama aslinya Fitri Zamzam SSos MAP. Tapi, orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan Dewa Pahuluan. Bahkan, banyak yang tidak tahu kalau dia adalah putra seorang ulama tersohor, Jafri Zamzam, mantan Rektor IAIN Antasari dan Kakanwil Penerangan pertama di Kalsel.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sikap sosial sang ayah yang sepanjang hidup banyak mengabdikan diri untuk kemaslahatan umat, tanpa kenal lelah mengajar di lembaga formal maupun pengajian-pengajian, diakui Dewa menjadi inspirasi sekaligus panutannya.

“Namun, terus terang saya tidak suka mendompleng kebesaran nama beliau. Biarlah orang mengenal sepak terjang saya, tanpa menghubung-hubungkannya dengan siapa ayah saya,” ujar pria kelahiran Kandangan, 15 Mei 1957 ini.

Karena itu, ia seperti sengaja menenggelamkan identitas diri yang sebenarnya. Ia merasa lebih sreg dipanggil Dewa Pahaluan.

 Nama ini sendiri melekat semenjak ia mendirikan Komunitas MGR, tepatnya 10 Juli 1978. Waktu itu Mingguraya Banjarbaru merupakan pusat tempat berkumpulnya anak-anak muda dengan segala tingkah polah dan kenakalan mereka.

“Kita coba rangkul mereka. Kemudian menyalurkan bakat dan hobi masing-masing, baik di bidang kepemudaan, olahraga, seni, maupun pencinta alam, kepada kegiatan yang lebih positif. Mungkin karena dinilai berhasil menyelamatkan mereka dari prilaku tidak baik, saya kemudian dipanggil Dewa, sedangkan Pahuluan dinisbatkan dari daerah asal kelahiran saya,” kenang ayah dari tiga anak ini.

[sws_related_postleft showpost=”10″ title=”BACA JUGA” bgcolor=”0a59c1″ fontcolor=”ffffff”] [/sws_related_postleft] Kini, keberadaan MGR tidak bisa dipisahkan bahkan terlanjur identik dengan sosok Dewa. Diceritakannya, dulu di awal-awal berdirinya MGR mereka punya peraturan dasar bahwa setiap dua tahun sekali dibentuk kepengurusan baru. Hal itu sempat berjalan lima periode, tapi secara aklamasi selalu dia yang ditunjuk jadi ketua umum.

“Akhirnya, saya didaulat menjadi presiden MGR. Kayaknya terkesan ‘abadi’. Supaya ada regenerasi, maka dibentuklah organisasi-organisasi sayap, dari situlah nanti akan muncul, ” jelas Dewa Pahuluan.

Komunitas MGR bertujuan untuk menampung dan menyalurkan bakat para anggotanya. Sifatnya terbuka bagi siapa saja, tidak ada formalitas. Asalkan setuju dengan kegiataan MGR, silakan bergabung.

Kegiatan Sosial

Seiring perjalanan waktu, tanpa terasa MGR sudah berusia 35 tahun. Para pengurusnya pun kini telah beranjak tua.

“Beberapa tahun terakhir ini kami ingin lebih dekat lagi dan punya arti bagi masyarakat. Caranya adalah dengan memperbanyak pengabdian pada masyarakat,” terang Dewa.

Sekarang mereka lebih fokus melaksanakan kegiatan sosial, seperti sunatan massal yang digelar setiap tahun, bisa pada saat ultah MGR atau ketika libur puasa.

Komunitas MGR juga menyantuni kaum dhuafa lewat Paket Ramadhan berupa pemberian beras, gula, minyak goreng, teh, dll agar mereka bisa memanfaatkannya untuk berbuka puasa dan sahur. Setiap tahun rata-rata 250 paket dibagikan kepada orang-orang yang telah didata. “Dan itu dibagikan bukan di markas pusat MGR, melainkan door to door pada malam hari. Cara ini di samping tidak merepotkan kaum dhuafa, juga untuk menghindari kecemburuan mereka yang menurut kita tergolong mampu, tapi kepengin jua. Kita menghendaki benar-benar tepat sasaran, yaitu mereka yang memang layak dibantu,” ujar Dewa Pahuluan.

Begitu pula pada hari raya haji, para anggota yang punya kemampuan lebih bagi-bagi hewan qurban yang dipusatkan di markas MGR.

Belum lagi kegiatan sosial yang bersifat insidentil. Jika ada masyarakat yang tidak mampu untuk mengobati penyakitnya akan dibantu secara kontinyu sampai sembuh.

“Asalkan dilaporkan dan menurut hasil tinjauan kami latarbelakang kehidupan bersangkutan memang tidak mampu, insya Allah akan dibantu,” imbuhnya.

Di bidang olahraga Dewa Pahuluan pencetus Terminal  Catur di dekat Kolam Renang Idaman Banjarbaru. Hasilnya Banjarbaru jadi barometer pecatur junior di Kalsel. Beberapa kali mempertahankan prestasi tersebut. Dari hasil pembinaan di situ bisa angkat Banjarbaru di tingkat nasional.

Sedangkan kepeduliannya di bidang seni tak diragukan lagi. Pria yang pernah produktif menulis puisi dan esei di era 80-an ini, sering mensponsori kegiatan kesenian di Banjarbaru.[]

One Response to Dewa Pahuluan

  1. Fitri Zamzam adalah sosok pemuda yang benar-benar dapat diandalkan. Selama ini melalui komunitas MGR telah berhasil membina generasi muda dari berbagai bidang.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*