Demi Pembuktian, Khalil Shreateh Hack Akun Facebook Mark Zuckerberg

CLICKBORNEO.COMKarena peringatannya tidak diperhatikan, pria asal Palestina ini akhirnya meretas akun pendiri situs jejaring sosial FaceBook, Mark Zuckerberg. Nama pria itu adalah Khalil Shreateh, seorang ahli program komputer tersebut menemukan kelemahan dalam sistem keamanan pada FaceBook.

Seperti yang diberitakan cnbc.com/id/100976139, Selasa, 20 Agustus, 2013, kelemahan keamanan yang ditemukan Khalil Shreateh adalah pengguna Facebook memungkinkan menulis pesan di halaman pribadi seseorang walau pemilik akun tersebut tidak saling berteman. Penemuan ini sekaligus membuktikan bahwa sistem keamanan dan privasi Facebook masih lemah.

Berdasarkan informasi di salah satu blog, yang ditengarai milik Khalil Shreateh yang beralamat khalil-sh.blogspot.com/p/facebook_16.html, di situ terdapat informasi kerawanan keamanan Facebook yang ditulis dengan judul “Facebook Vulnerability 2013”. Sesuai tulisan aslinya, diceritakan bahwa Khalil Shreateh telah melaporkan masalah tersebut kepada pihak White Hat.

Days ago i discovered a serious facebook vulnerability that allows a facebook user to post to all facebook users timeline even they are not in his friend list . i report that exploit through whitehat –> www.facebook.com/whitehat
this email shows my report including facebook security replay : –

Tidak sampai di situ saja, Khalil Shreateh juga meretas akun Sarah Goodin. Dia adalah gadis yang berada di perguruan tinggi yang sama dengan Mark Zuckerberg.

Sayangnya, informasi yang diberikan Khalil Shreateh justru diabaikan dan hanya dianggap permasalahan sepele. Dari situlah kemudian Khalil Shreateh terpaksa menggunakan kelemahan yang ia temukan untuk meretas akun Zuckerberg sebagai bentuk peringatan langsung kepada sang pendiri.

Demi Pembuktian, Khalil Shreateh Hack Akun Facebook Mark Zuckerberg

Gambar: http://khalil-sh.blogspot.com/p/facebook_16.html

Meski akhirnya Facebook melakukan perbaikan, Khalil Shreateh tidak mendapatkan hadiah atau bayaran seperti yang diprogramkan Facebook dengan istilah “Bug Bounty”.  Sebuah program yang ditujukan kepada para hacker untuk menemukan celah yang ada di situs jejaring sosial populer tersebut. Mengenai program Bug Bounty bisa Anda baca di halaman akun Facebook whitehat.

Khalil Shreateh wajar kecewa ketika salah satu tim kemanan Facebook, Matt Jones menyatakan bahwa Khalil Shreateh telah melanggar peraturan. Perbuatannya di akun Facebook Mark Zuckerberg membuat ia tak mendapat imbalan USD 500 atau sekitar Rp 5 juta.

Marc Maiffret, kepala kantor teknologi perusahaan cybersecurity BeyondTrust, memiliki pandangan berbeda. Saat ini ia sedang memobilisasi sesama hacker untuk menaikkan hadiah Khalil Shreateh sebesar $ 10.000. Alasannya karena Facebook sempat menolak memberikan bayaran kepada Khalil Shreateh.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*