Home » Archives by category » Tradisi (Page 5)

Gotong-Royong, Menambah Keakraban Warga

CLICKBORNEO.COM- Begitu mendengar bunyi lonceng di pos ronda dipukul pagi Ahad itu, seperti dikomando satu persatu warga di Kompleks Garuda Sakti, Jl Sidomulyo Landasan Ulin, keluar dari rumah. Mereka ada yang membawa parang, arit, dan cangkul. Dengan antusias mereka bergotong-royong membersihkan sisi jalan yang ditumbuhi rumput. Kemudian membuat got agar air hujan tidak mapet di […]

Read More

Nasi Samin, Menu Hajatan Khas Martapura

CLICKBORNEO.COM – Bicara makanan khas Arab atau Timur Tengah, ingatan kita mungkin tertuju pada buah kurma dan nasi samin. Sebagai jenis masakan yang menggunakan minyak samin dan kapulaga sebagai bumbu utama, nasi samin sudah sangat populer di Martapura. Hampir setiap hajatan seperti haul, maulid nabi, maupun acara keagamaan lainnya menyuguhkan nasi samin sebagai menu utama. […]

Read More

Tradisi Menganyam Daun Nyiur di Rumah Duka

CLICKBORNEO.COM – Tradisi menganyam daun nyiur yang dalam setiap tarikan buhulnya disertai bacaan Alquran ataupun shalawat ini men­gandung  pengaruh positif. Setidaknya, mampu mencegah kaum ibu‑ibu bergosip di rumah duka.  Pagi itu suasana di rumah keluarga Andi sedang diliputi suasana berkabung. Istrinya meninggal dunia. Warga sekitar pun datang bergiliran untuk melihat jenazah ibu muda itu untuk […]

Read More

Berharap Pengalaman Pahit Tak Terulang Lagi

CLICKBORNEO.COM – Tradisi buang sial begitu lepas dari penjara, menurut Anggreini Antemas memang sering dilakukan orang-orang bahari. Maksudnya, agar pengalaman pahit itu tidak terulang kembali di masa-masa mendatang. “Itu cuma kepercayaan masyarakat saja, supaya tidak terulang atau tertangkap lagi,” ujar Antemas. Adapun acara mandi-mandi, tambah tokoh pejuang HSU ini, agar begitu berkumpul dengan keluarga keadaan […]

Read More

Buang Sial, Agar Mantan Napi Bertobat

CLICKBORNEO.COM – Menurut H Zainal Abidin, tradisi masyarakat Banjar bahari memang sarat dengan simbol-simbol. Termasuk tradisi buang sial begitu keluar dari penjara, kenapa disertai dengan memecahkan kendi itu sekadar harapan supaya pengalaman buruk itu cukup sekali terjadi. “Adapun acara mandi-mandi supaya mantan napi tadi bersih lahir dan batin. Zahirnya dibersihkan dengan air, sedangkan batinnya disiram […]

Read More

Tradisi Pecah Kendi Mantan Napi

CLICKBORNEO.COM – Tradisi ini biasanya dilakukan oleh seorang mantan napi yang baru keluar dari penjara. Sebelum  masuk  rumah, ia terlebih  dahulu melempar kuantan (kendi) ke dinding  sampai pecah. Setelah itu baru dibolehkan  masuk  rumah,  itupun tidak lewat pintu melainkan naik jendela. Lalu, dilanjutkan dengan prosesi bamandi‑mandi. Gafuri menuturkan, tahun 1987 ia pernah masuk  penjara. Waktu […]

Read More

Nasi Arwah Bikin Penyakit Kambuh?

CLICKBORNEO.COM – Ternyata, nasi arwah bukan cuma pantangan bagi mereka yang mengidap gangguan saraf saja. Mereka yang pernah sakit parah, juga banyak yang tidak mau makan nasi arwah.  “Dulu saya sempat muntah darah. Sampai‑sampai anak‑ istri saya menyangka saya bakal mati. Alhamdulillah, saya masih berumur panjang. Tapi, oleh handai‑taulan saya disar­ankan untuk tidak makan nasi […]

Read More

Berpantang Makan Nasi Arwah

CLICKBORNEO.COM – Tradisi ini sering kita temui pada sebagian besar masyarakat Banjar. Apabila sanak‑saudaranya meninggal dunia, maka pihak keluarga akan menyelenggarakan doa selamatan turun tanah, manujuh hari, manyalawi, hingga hari yang ke seratus. Dan, setahun sekali diadakan acara haulan. Para tetangga sekitar diundang untuk membacakan Fatihah, shala­wat, tahlil, serta doa haul yang dipimpin oleh seorang […]

Read More

Mamarina Menanggung Biaya Hidup Kemenakan

CLICKBORNEO.COM – Hubungan kekerabatan masyarakat Banjar tempo dulu sangat kental. Kalau ada kemenakan yang hidup miskin — terutama yang orangtuanya telah tiada — sehingga kesulitan untuk melanjutkan pendidikan, maka si paman tinggal akan tinggal diam. Agar si kemenakan tetap bisa bersekolah, ia yang mengambil tanggung jawab tersebut. Hal ini pernah dilakoni oleh H Jayadi. Waktu […]

Read More

Mitos Bayi Lahir Bungkus

CLICKBORNEO.COM – Bayi yang lahir dalam keadaan masih diselubungi kulit ketuban oleh sebagian masyarakat diyakini kelak bisa jadi kebal. Asalkan bungkus tersebut yang mengoyaknya adalah ayah dari si bayi. Gaung mitos ini cukup tersebar luas. Biasanya dari mulut ke mulut. Sebagai besar warga dari berbagai daerah Kalsel, Kalteng, dan Kaltim yang ditemui mengaku pernah mendengar […]

Read More