Home » Archives by category » Seni Budaya (Page 3)

Kembangkan Tari Daerah Kreasi Banjar

CLICKBORNEO.COM – Provinsi Kalsel, termasuk Kabupaten Banjar, banyak memiliki ragam seni tari,  baik tarian tradisional maupun tarian modern. Pemerintah setempat, melalui Disbudparpora Kabupaten Banjar  berusaha menjaga dan mengembangkan tarian khas daerah  ini agar tidak hilang tergerus oleh zaman. Untuk melestarikan aset budaya tersebut, Selasa (20/8), Disbudparpora Kabupaten Banjar mengadakan Festival Tari Daerah Kreasi Banjar. Acara […]

Read More

Sinoman Hadrah Mulai Kurang Diminati

CLICKBORNEO.COM – Komitmen pemerintah Kabupaten Banjar dalam mengangkat dan mengembangkan kesenian khas Banjar terus digulirkan. Di antaranya adalah dengan melakukan pembinaan dan menggelar berbagai lomba  kesenian khas Banjar. Sebagai bagian dari dari rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Banjar, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga  setempat, Kamis (14/8), menggelar lomba Sinoman Hadrah. Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora […]

Read More

Tahun Depan Festival Beduk Kalsel Lebih Spektakuler

CLICKBORNEO.COM – Ribuan warga masyarakat Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan berdecak kagum saat menyaksikan penampilan luar biasa dari para finalis Festival Beduk se Kalsel, Senin (4/8) malam berlangsung di Taman Bumi Cahaya Selamat (CBS). Rasa kagum terhadap penampilan peserta tidak hanya dirasakan masyarakat penonton tetapi juga para undangan. Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh dan […]

Read More

Festival Tanglong Banjarbaru Akan Jadi Event Nasional

CLICKBORNEO.COM – Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur merupakan event tahunan di Kota Banjarbaru. Pelaksanaannya setiap bulan Ramadhan. Peserta Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur Kota Banjarbaru diikuti dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Untuk tahun ini Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur dilaksanakan Sabtu (27-Juli-2013) malam usai salat tarawih. Dalam sambutan yang disampaikan Tridiana, Direktur Jenderal Ekonomi […]

Read More

Geta Kencana, Tempat Tidur Khas Banjar

CLICKBORNEO.COM – Pada masa kerajaan Banjar (1526-1860), tempat raja beristirahat dinamakan Geta Kencana. Geta adalah Peraduan dan Kencana adalah emas. Istilah ini timbul mungkin karena tempat raja beristirahat ini berdekorasi hiasan-hiasan yang gemerlapan terbuat dari Air Guci (Rembuci) dan manik-manik berwarna keemasan. “Setelah Kerajaan Banjar dihapuskan pada tanggal 11 Juni 1860, Geta Kencana masih dipakai […]

Read More

Pertahankan Eksistensi Wayang Banjar

CLICKBORNEO.COM – Pada masa permulaan masuknya wayang kulit Purwa ke Kalsel, kurang mendapat respon yang menggembirakan. Pasalnya, bahasa yang digunakan agak susah dimengerti oleh masyarakat Banjar. Begitu pula cerita yang diangkat, kurang dapat dipahami karena tidak mencerminkan warna lokal. Bahkan, sebagian juru dakwah Islam menganggap pertunjukkan wayang sebagai maksiat. Melihat berbagai kondisi yang kurang menguntungkan […]

Read More

Mengenal Beragam Jenis Wayang Banjar

CLICKBORNEO.COM – Dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan, keberadaan kesenian tradisional, termasuk wayang Banjar, memiliki peranan yang sangat penting. Selain sebagai alat hiburan, juga digunakan sebagai sarana pendidikan dan penerangan serta untuk upacara-upacara ritual yang bersifat magis religius. Sekarang ini wayang kulit Banjar kebanyakan diselenggarakan untuk acara-acara hajatan,  seperti memeriahkan khitanan, meramaikan malam pengantinan, menyambut hari-hari […]

Read More

Panginangan Sarana Pembuka Pembicaraan

CLICKBORNEO.COM- Tradisi manginang yang lazim dilakukan kaum wanita, menurut Drs. H. Syamsiar Seman sudah berkembang sejak abad 13, jauh sebelum Islam masuk ke wilayah Nusantara. “Para wanita bahari kalau mau ke mana-mana musti membawa kotak spesial untuk kelengkapan manginang. Dan itu tidaklah merepotkan. Kadang supaya praktis maka sirih, gambir, pinang, dan kapur tersebut dibungkus terlebih […]

Read More

Kebiasaan Manginang Kian Memudar

CLICKBORNEO.COM – Kebiasaan manginang lambat-laun kian memudar seiring perkembangan zaman. Buktinya, sangat langka ada remaja putri yang mau meneruskan kebiasaan orangtua yang satu ini. Jadi, yang masih tetap mempertahankan kebiasaan manginang tersebut cuma kaum ibu-ibu yang sebagian besar sudah berusia uzur. Siang itu nenek Intan (93 thn) warga Kelurahan Pangeran, Banjarmasin Utara, seperti biasa ia […]

Read More

Badadamaran Dimodifikasi Sesuai Perkembangan Zaman

CLICKBORNEO.COM –  Menurut budayawan Banjar H Samsiar Seman, dadamaran sangat marak ketika listrik belum lagi masuk kampung. Kini, seiring perkembangan zaman tradisi ini pun mengalami modifikasi. “Terutama malam 21 salikur, waktu itu bulan mulai gelap. Karena itu, dengan adanya badamaran yang dinyalakan sehabis Maghrib orang yang mau turun ke langgar melaksanakan tarawih jadi terbantu,” jelasnya. […]

Read More