Home » Archives by category » Corong Banua (Page 2)

Kesultanan Banjar dan Istano Pagaruyung

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM – Di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas Kota Batusangkar Kabupaten Tanah Datar Sumbar, sekitar 50 km dari Bukittinggi dan 106 km dari Padang terdapat dua istana, yaitu Istano Basa dan Istano Si Linduang Bulan. Istano Basa dibangun oleh pemerintah tahun 1975 dan selesai 27 Desember 1983. Istana ini terbakar pada […]

Read More

Ibrah dari Keulamaan Syekh Nafis al Banjari

Sambungan Tulisan “Banjar, Kelua dan Syekh Nafis al-Banjari” CLICKBORNEO.COM – Dari cerita singkat di atas, ada beberapa benang merah, ibrah atau pelajaran bisa dipetik. Pertama, kemuliaan orang yang meninggal dan kemudian berkubur di sebuah makam, tidak tergantung kepada bangunan kubah keramat di atasnya atau tanda fisik lainnya. Bahkan tidak sedikit makam orang biasa, ketika terbongkar, […]

Read More

Banjar, Kelua dan Syekh Nafis al-Banjari

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM – Melihat saya berwajah Indonesia, seorang mahasiswa Universitas Medinah bernama Ihsan Dwisantoso mendekat dan bercerita panjang lebar tentang pengalaman hidupnya sambil berstudi di Arab Saudi. Merasa cepat akrab saya tak segan bertanya, mengapa makam-makam tokoh, pejuang dan ulama besar bahkan raja di tanah suci tidak diberi kubah atau tanda khusus […]

Read More

Daya Tarik Hajar Aswad

Sambungan “Urang Banjar dan Ojek Hajar Aswad” CLICKBORNEO.COM – Hajar Aswad memang menjadi salah satu daya tarik jamaah mendekati Ka’bah.  Hajar Aswad terletak di sudut sisi tenggara Ka’bah, tingginya 1,5 meter dari permukaan tanah.  Meski namanya berarti batu hitam, tetapi ada nuansa warna putih, kuning dan kemerah-merahan. Ukuran lebarnya 28 cm, tinggi 38 cm, dengan […]

Read More

Urang Banjar dan Ojek Hajar Aswad

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM – Kalau di Indonesia ada ojek sepeda motor, sepeda, jukung dan perahu (getek), lanting serta ojek payung, di Mekkah justru ada ojek Hajar Aswad, dan ini tentu satu-satunya di dunia. Mereka ini menjual jasa berupa tenaga dan keahlian untuk mengawal, mendampingi dan menggiring para jamaah haji dan umrah untuk bisa […]

Read More

Buang Air di Sungai dalam Tinjauan Islam

Sambungan Tulisan “Jamban Apung di Sungai Banjar” CLICKBORNEO.COM – Salah satu kaidah fikih berbunyi: taghayyurul ahkami bitaghayyuril azminati wal amkinati wal ahwali ( hukum-hukum itu bisa berubah seiring dengan perubahan zaman, tempat dan keadaan). Jadi, walau dulu Syekh Arsyad membolehkan, bisa saja sekarang tidak boleh lagi sebab zaman dan keadaannya sudah berubah. Tuntutan ke arah […]

Read More

Jamban Apung di Sungai Banjar

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM –  Pada 13 kabupaten/kota di Kalsel masih didapati jamban apung yang berjejer di sungai-sungai.  Jamban itu umumnya dibangun di bantaran sungai yang mengalir, namun ada juga di sungai kecil yang tidak mengalir.  Salah satu daerah yang masih memiliki jamban apung adalah Kabupaten Banjar. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar Dra […]

Read More

Wawasan dan Komitmen Dakwah Syekh Arsyad

Sambungan Tulisan “Spekturm Figuritas Syekh Arsyad Al Banjari” CLICKBORNEO.COM – Dari tulisan Yusuf Halidi, Abu Daudi, dll, diketahui al-Banjari menguasai minimal 35 macam cabang ilmu, yang diperoleh dari puluhan guru. Ini mengandung pelajaran, sebaiknya seorang ulama menguasai banyak ilmu dari banyak guru, sehingga wawasannya luas, dan ketika mengajar atau membimbing umat, mampu mengenyangkan lapar dan […]

Read More

Spektrum Figuritas Syekh Arsyad al Banjari

Oleh: Ahmad Barjie B CLICKBORNEO.COM – Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (1122 – 1227 H) satu dari ulama Nusantara yang punya nama besar dan begitu mengglobal melampaui tanah kelahiran dan daerah asalnya. Sejumlah nama masjid, langgar, sekolah, madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, diambil dari nama al-Banjari atau kitab-kitab karangan beliau. Tidak sedikit orangtua menamai anaknya Muhammad […]

Read More

Perantau Banjar Jarang Pulang

Sambungan Tulisan “Sultan Banjar di Tanah Deli” CLICKBORNEO.COM – Perantau dan keturunan Banjar di Sumatra jarang bahkan ada yang tidak pernah sama sekali pulang dan menjenguk tanah leluhurnya di banua Banjar. Tidak seperti perantau Jawa yang masih pulang secara rutin bahkan sering mengajak keluarganya lagi ke Kalimantan. Perantau Banjar bersifat permanen alias madam. Ketidakpulangan perantau […]

Read More