Buku Nikah Rusak, Lapor ke KUA

CLICKBORNEO.COM – Keberadaan buku nikah, tak bisa dipungkiri, sangat penting. Setiap kali ingin membuat akte kelahiran anak, hendak berangkat umroh, bikin paspor, meminjam modal di bank, mau mengambil perumahan, untuk tunjangan pegawai, pasti diminta menunjukkan buku nikah. Meski demikian, ternyata masih banyak di masyarakat yang teledor merawat buku nikah mereka. Ada yang hilang, rusak dimakan rayap, hurufnya tidak bisa dibaca akibat terkena air hujan, dan sebagainya.

Buku Nikah

Apabila buku nikah tersebut cacat, maka ketika berurusan di Catatan Sipil pasti ditolak. Mereka disarankan terlebih dulu untuk memperbaiki di Kantor Urusan Agama (KUA) yang mengeluarkan buku nikah itu.

Hal ini dialami Rofiqah, warga Sungai Bilu Banjarmasin. Sewaktu mengurus akte kelahiran anaknya, oleh petugas Catatan Sipil tidak bisa dilayani. Kecuali, dia terlebih dulu memperbaiki buku nikah miliknya. Ceritanya, karena sering kali berpindah rumah, suatu hari tanpa sengaja buku nikah itu kecimpratan air hujan. Karena sudah tidak bisa dibaca lagi, suaminya berinisiatif menulis sendiri dengan pulpen.

“Ternyata kata petugas Catatan Sipil, buku nikah itu tidak  boleh dicoret-coret, walaupun satu huruf. Akhirnya, saya disarankan mengurus buku nikah duplikat di KUA asal yang mengeluarkan,” ujarnya.

Rofiqah mengaku tidak keberatan. Masalahnya, buku nikah itu diperlukan tidak hanya saat mau membuat akte kelahiran anak, juga untuk keperluan lainnya.

“Daripada nanti repot, lebih baik sekalian sekarang minta duplikat buku nikah,” katanya.

Bagi masyarakat yang kehilangan buku nikah harus melaporkan ke KUA bersangkutan. Nanti petugas di sana akan mencarikan di bagian arsip, apabila memang tercatat, maka si pemohon diminta untuk mengisi formolir yang disediakan. Setelah itu, baru ditandatangani dan diketahui oleh pihak kelurahan dan Polsek setempat.

Kalau prosedur tadi sudah dipenuhi, silakan kembali ke KUA, tinggal dibuatkan duplikat buku nikah. Urusannya cukup mudah, sehari pun bisa selesai. Tergantung si bersangkutan.

Begitu pula, jika buku nikah itu robek, dirusak sendiri, terendam di air maupun terbakar, prosedur membuat duplikatnya sama.

Kebanyakan yang terjadi ketika terjadi kekeliruan dalam penulisan nama atau data lainnya, pemilik buku nikah berinisiatif sendiri mengubah dengan cara ditep-ex atau ditebali tulisannya pakai pulpen. Padahal, itu tidak boleh. Kalau ada perlu perbaikan, seyogianya datang ke KUA. Jangan diperbaiki sendiri.

Kasus seperti itu bukan hanya satu atau dua orang, melainkan banyak terjadi. Karena nama atau tanggal lahirnya tidak sesuai dengan di ijazah, lalu dirubah sendiri.

Diimbau kalau perlu perubahan buku nikah, supaya dikonsultasikan ke KUA terkait. Jika tidak banyak yang diperbaiki, misalnya di buku nikah tertulis Achmad, sedangkan di ijazah dan KTP tercantum Ahmad, cukup huruf c yang diputihi. Setelah diparaf dan distempel petugas KUA, sudah beres.

Syarat untuk mengajukan duplikat buku nikah, antara lain membawa fotocopi KTP dan Kartu Keluarga, disertai pasfoto gandeng suami-istri tiga lembar. (ali)

Syarat Mengajukan Duplikat Buku Nikah

  • Membawa KTP
  • Melampirkan Kartu Keluarga
  • Mengisi formulir yang disediakan
  • Ditandatangani dan diketahui pihak kelurahan dan Polsek setempat
  • Kalau rusak kecil, cukup diparaf dan stempel petugas KUA
  • Sehari bisa selesai
  • Tidak ada standar biaya, sukarela pemohon member.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*