Berebut Peluk Orang Baru Pulang Haji

CLICKBORNEO.COM – Sudah menjadi tradisi yang berkembang di masyarakat, setiap ada jamaah haji yang datang maka warga sekitar akan menyambut dengan istemewa. Seperti membuat lawang sakiping (gapura) atau disertai syair‑syair shalawat dan iring‑irin­gan hadrah.

Datang Haji

Begitu si haji datang, mereka spontan berebut untuk berpelukan. Bahkan di desa Cempaka, Martapura, warganya berjejer sepanjang gang, bergantian untuk bisa berpagutan. Ini bukan sekadar melepas rasa kangen dan haru, tapi juga diyakini bagi yang memeluk akan mendapat barakah, sehingga di kemudian hari ia juga bakal beroleh kesempatan menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah.

Pelukan itu dianggap lebih afdol bilamana dilakukan sebelum orang yang datang berhaji tersebut menginjakkan kaki ke rumahnya. Karena itu, begitu keluar dari mobil jemputan warga pun berebutan untuk bisa memeluk.

Pada saat itulah biasanya para warga minta didoakan kepada orang yang baru berhaji agar mereka juga berkesempa­tan melihat Baitullah.  Hal ini dilakukan karena diyakini bahwa doa orang yang baru berhaji makbul, sebab dirinya dalam keadaan suci setelah segala dosa‑dosanya diampuni Allah.

 “Waktu saya baru datang dari berhaji tahun 1992, kera­bat dan tetangga berebutan untuk memeluk, baik yang menyam­but di Bandara maupun yang menunggu di depan rumah. Kepada siapapun yang mengucapkan selamat atas kedatangan saya, saya tak lupa membalas dengan mendoakan mereka agar nanti berke­sempatan pula untuk berhaji,” jelas Hj. Badiah warga Tunggul Irang, Martapura.

Bukan cuma rangkulan biasa, tapi umumnya disertai dengan saling menempelkan pipi bagi sesama jenis atau muh­rim. Semua dilayani secara bergantian.

Namun ada yang beranggapan saat berpelukan itu ia akan berusaha menghindari sekiranya ada orang yang ingin mencium tepat di bagian tengah jidat. Karena dipercaya disitulah cahaya kemabruran haji bersemayam, dan jika dicium akan luntur atau hilang.

Terhadap anggapan ini, Hj. Badiah justru membantah. Karena menurutnya mencium di bagian jidat adalah ungkapan tanda kasih yang paling dalam.

“Berdasarkan pengalaman pribadi, malah di bagian jidat itulah orang yang paling banyak mencium saya, saat baru datang berhaji. Dan saya pun membiarkannya,” tutur Hj. Badiah.

Sebelum naik ke rumah, ia  menyempatkan ziarah ke makam keluarga. Dengan niat agar yang didalam kubur mendapat kelapangan di sisi Allah. (ali)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*