Badatang dan Bapapayuan

CLICKBORNEO.COMDalam prosesi perkawinan adat Banjar, kalau pihak keluarga laki-laki sudah mantap dengan pilihan mereka, saatnyalah badatang atau mengajukan lamaran secara resmi. Kali ini kembali mengutus orang-orang pilihan sebagai perantara. Biasanya sengaja dipilih kerabat atau tokoh masyarakat yang dianggap terpandang, berwibawa, dan punya pengaruh kuat. Maksudnya, tiada lain agar pihak keluarga perempuan  sungkan untuk menolak.

Lamaran

Selain itu, syarat yang tak kalah penting bagi seorang utusan adalah pandai bertutur kata. Apalagi di masa lalu acara lamaran menggunakan bahasa kiasan, sehingga diperlukan orang yang fasih merangkai kalimat dan bijak menafsirkan maksud lawan bicara. Terlebih-lebih dalam acara lamaran itu akan ada semacam negoisasi untuk mencapai kata sepakat, termasuk upaya membujuk dan meyakinkan keluarga perempuan buat menerima lamaran.

Sekalipun pada prinsipnya diterima, tetapi biasanya keluarga perempuan tetap meminta tenggang waktu untuk mempertimbangkan lamaran tersebut, 3 sampai 15 hari. Mereka perlu minta masukan dari sanak kerabat lainnya, sebelum memberikan keputusan. Jika sudah terdapat kata mufakat, barulah membahas masalah jujuran atau mahar.

Bapapayuan

Sesuai dengan hari yang dijanjikan, keluarga laki-laki kembali datang ke tempat keluarga si perempuan untuk memperoleh kepastian. Jika memang disetujui, mereka pun langsung membahas mengenai besarnya mas kawin yang harus diberikan. Upaya mencapai titik temu dalam penetapan jumlah mas kawin ini dikenal dengan istilah bapapayuan atau bapatut jujuran.

Mengingat pembahasan masalah jujuran ini relatif sensitif, maka pada acara bapapayuan ini hanya dihadiri oleh kerabat dekat. Apabila tercapai kesepakatan jumlah jujuran, dilanjutkan dengan pembicaraan untuk menentukan kapan waktunya maantar patalian sebagai tanda ikatan pertunangan.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*