Antara IQ dan Kecerdasan Sosial

CLICKBORNEO.COM – Ini pengalaman seorang pegawai direktorat pendidikan di Jakarta. Dia punya tiga orang anak. Si sulung walau sarjana, tapi belum dapat pekerjaan. Sedangkan anak kedua, begitu tamat SMA tidak mau kuliah. Dia pengin ikut kursus-kursus saja. Ternyata, justru ini yang duluan bisa mandiri.

anak cerdas

“Artinya, perlu keterampilan untuk kesiapan menghadapi tantangan hidup, bukan IQ saja,” ujar Mahdalena.

Anak kedua berhasil karena kursus yang dijalani sesuai dengan minat dan bakatnya. Bahkan, dia kelihatan lebih bahagia menjalani hidupnya, walau tidak bertitel.

Tak dipungkiri, sambungnya, sebagai orangtua kita pasti menginginkan anak pintar, dapat rangking di kelas, dan jadi sarjana. Namun, orangtua juga harus membuka wawasan bahwa hal-hal tersebut di atas bukan satu-satunya kunci kesuksesan dalam menjalani hidup ini.

“Anak yang pandai mengelola emosi, bisa menghadapi problem hidup, juga dapat dikatakan cerdas, meskipun dia tidak masuk rangking,” Kata Ketua Yayasan Al Azhar Banjarmasin ini.

Ada kejadian, orang yang tadinya selalu rangking justru tidak memperoleh pekerjaan. Sementara, kawannya yang biasa-biasa saja alias tak dapat rangking, malah hidupnya lebih mapan. Karena dia mampu menghadapi problem hidup dan mengembangkan potensinya.

“Sekali lagi, kemampuan menjalin hubungan sosial itu penting, tidak hanya IQ,” ucapnya. (ali)

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*