Angka Perceraian di Banjarbaru Masih Tinggi

CLICKBORNEO.COM – Di kota-kota besar, angka kriminalitas, pergaulan bebas dan perceraian usia dini bukanlah hal yang mengherankan. Demikian juga yang terjadi di Kota Banjarbaru. Sebagai Kota yang perlahan terus berkembang, Banjarbaru memunyai data tinggi dalam hal perkawinan di usia dini juga tingkat perceraiannya. Masalah tersebut disampaikan Deputi KSPK BKKBN Pusat Sudibyo Alimoeso.

Menurutnya, melonjaknya angka perceraian bisa jadi disebabkan faktor pernikahan usia dini. Terutama perkawinan/pernikahan dini yang terjadi kerpada pasangan yang umurnya di bawah 20 tahun.

“Perkawinan usia dini menjadi faktor terjadinya perceraian di bandingkan pernikahan di usia yang telah matang atau di usia ideal. Usia paling tepat untuk menikah secara matang/reproduktif adalah ketika perempuan mencapai usia 21 tahun dan laki-laki 25 tahun,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

Ia juga menambahkan rendahnya tingkat pendidikan dan kemiskinan juga salah satu faktor yang menyebabkan pernikahan dan perceraian di usia dini. Dalam hal ini, katanya, para penyuluh semestinya berperan aktif memberikan penerangan terkait masih banyaknya pernikahan dini yang berdampak seringnya terjadi perceraian.

“Berdasarkan data menyatakan 50% yang menikah di bawah umur 20 tahun justru juga menambah angka kasus perceraiannya. Hampir di semua Kab/Kota terdapat pernikahan dini. Kemudian rendahnya tingkat pendidikan menyebabkan rasionalitas dan daya analitisnya menjadi rendah bahkan tidak memikirkan konsekuensi setelah menikah,” pungkasnya.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*